Jangan Disamakan, Krisis Moneter Berbeda dengan Resesi Ekonomi

Minggu 05-04-2026,10:04 WIB
Reporter : Baharunsyah
Editor : Baharunsyah

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Resesi ekonomi pernah menjadi topik yang menghangat sejak beberapa tahun lalu. Terlebih, setelah pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia membanting kegiatan perekonomian secara keras. 

Indonesia pun tak luput dari resesi tersebut. Pada kuartal III laiu, pemerintah mengonfirmasi bahwa Indonesia masuk ke jurang resesi setelah pertumbuhan ekonomi di kuartal itu kembali memasuki zona negatif dua kali berturut-turut. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III lalu terbilang minus 5,32% secara tahunan. Hal ini meneruskan pertumbuhan ekonomi yang minus 3,49% secara tahunan yang terjadi di kuartal II. 

Namun, topik resesi nampaknya masih akan membayangi perekonomian dunia di tahun ini. 

Pada pekan ini, contohnya, ekonom memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di zona Eropa akan mengalami fenomena yang disebut double dip recession. 

BACA JUGA:Dari Lahan Pribadi jadi Pusat Pembelajaran, Kiprah Sabil Kembangkan Madu Kelulut

Adapun, double dip recession adalah resesi ekonomi yang kembali terjadi setelah kondisi ekonomi di periode sebelumnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan. 

Para ekonom memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi zona Eropa di kuartal IV 2020 berada di rentang minus 1,8% hingga 2,3%, yang diikuti oleh kontraksi ekonomi yang lebih dalam di awal 2021. Ini akan menjadi resesi ekonomi kedua kalinya di Eropa dalam dua tahun terakhir. 

Hanya saja, banyak masyarakat kerap menganggap resesi sebagai krisis ekonomi. Padahal, keduanya cukup berbeda. Lantas, apa perbedaannya? 

Apa Perbedaan Antara Resesi dan Krisis Ekonomi? 

BACA JUGA:Festival Durian Kutai Barat Jadi Magnet Wisata, Wakil Bupati Ajak Angkat Komoditas Lokal

Dilihat dari cakupan keparahannya, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan bahwa krisis ekonomi masih lebih “ringan” ketimbang resesi ekonomi. 

Krisis ekonomi adalah situasi di mana terjadi penurunan beberapa indikator ekonomi tertentu. Misalnya, seperti krisis finansial, yang berarti hanya sektor keuangan, nilai tukar rupiah, hingga kinerja perbankan saja yang mengalami masalah. 

Sementara itu, resesi ekonomi terjadi ketika indikator makroekonomi penting suatu negara memasuki zona negatif. Di mana, melemahnya indikator-indikator tersebut bisa memukul sektor riil dan sektor pasar modal di waktu bersamaan. 

Pengertian resesi juga ditegaskan oleh lembaga penelitian di AS, National Bureau of Economic Research (NBER), yang mengatakan bahwa resesi adalah indikasi turunnya daya beli masyarakat secara umum dan naiknya angka pengangguran. 

Kategori :