Selain itu, pihaknya juga menyiagakan sebanyak 88 personel yang saat ini tersebar di hampir seluruh kecamatan di Berau, kecuali Kecamatan Maratua.
Meski demikian, Nofian mengakui jumlah personel yang tersedia masih belum mencukupi kebutuhan ideal. Berdasarkan standar operasional, satu kecamatan setidaknya membutuhkan 12 personel untuk mendukung satu unit armada yang dioperasikan oleh enam orang.
BACA JUGA:Nelayan di Berau Temukan Puing Diduga Bagian Satelit Asing Asal Tiongkok
Secara keseluruhan, kebutuhan ideal personel di Berau diperkirakan mencapai sekitar 250 orang.
“Personel kami siagakan penuh. Walaupun masih jauh dari ideal, kami maksimalkan yang ada, termasuk melibatkan relawan dan Masyarakat Peduli Api,” ujarnya.
Dari sisi sarana dan prasarana, Disdamkarmat Berau saat ini memiliki armada mobil tangki yang tersebar di setiap kecamatan, dengan masing-masing wilayah memiliki dua unit.
Sementara di pos induk tersedia sekitar 18 unit armada yang dalam kondisi siap operasional.
“Untuk saat ini armada masih mencukupi dan dalam kondisi siap pakai. Tapi ke depan tentu perlu penambahan dan peremajaan,” tambahnya.
BACA JUGA:Kewenangan Terbatas, DPMPTSP Sulit Tindak Resort yang Menjorok ke Laut di Derawan
Selain penguatan internal, Disdamkarmat Berau juga mengusulkan dukungan tambahan anggaran, termasuk melalui dana bagi hasil sumber daya kehutanan dana reboisasi (DBH DR), guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah potensi kebakaran, terutama di tengah ancaman kemarau panjang akibat El Nino.
Beberapa langkah yang ditekankan antara lain tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan pembakaran sampah dilakukan dengan pengawasan ketat, serta menyiapkan cadangan air yang cukup di lingkungan masing-masing.
“Jadi masyarakat harus berhati-hati. Peran masyarakat sangat penting. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri supaya tidak memicu terjadi musibah yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.