IKN Antisipasi Kemarau Panjang, Siapkan Sensor Kebakaran hingga Pos Damkar
Penguatan infrastruktur pemadaman dalam kesiapan menghadapi ancaman musim kemarau panjang 2026 di IKN.-istimewa-Dok.OIKN
IBU KOTA NUSANTARA, NOMORSATUKALTIM — Ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Niño mulai menjadi perhatian di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mengantisipasi potensi tersebut, Otorita IKN menyiapkan strategi mitigasi karhutla berbasis teknologi, penguatan infrastruktur pemadaman, hingga pelibatan masyarakat dan lintas pemangku kepentingan.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengungkapkan bahwa strategi tersebut disiapkan agar aktivitas masyarakat dan pembangunan di IKN tetap berjalan optimal di tengah potensi cuaca ekstrem.
“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu,” ujar Troy, Jumat (15/5/2026).
BACA JUGA:Bibit Udang Windu Lokal Berau Diserbu Petambak, Hatchery Tanjung Batu Kewalahan Penuhi Permintaan
Selain memperkuat sistem dan infrastruktur, Otorita IKN juga akan berkolaborasi dengan sejumlah desa dan lintas pemangku kepentingan di wilayah delineasi IKN melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra polhut, dan desa tangguh bencana guna memperkuat kesiapan penanganan karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Disisi lain, Troy menjelaskan bahwa berdasarkan data dari BMKG, pada April 2026 sifat musim kemarau di wilayah IKN tahun ini diperkirakan sebagian besar berada di bawah normal.
“Curah hujan saat musim kemarau diprediksi lebih rendah dibanding rata-rata normal sehingga kondisi wilayah cenderung lebih kering dan berpotensi meningkatkan risiko karhutla,” tuturnya.
Lebih lanjut, puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan berkisar 0–20 milimeter.
BACA JUGA:Cegah Sengketa Agraria, Pemkab Kutim Petakan Kebun Sawit Berbasis Koordinat
Sementara itu, sejumlah titik panas sepanjang 2026 disebut terkonsentrasi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Otorita IKN menyiapkan langkah pengendalian karhutla mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan dan deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.
Pada tahap pencegahan, Otorita IKN menyiapkan regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan karhutla.
“Selain SOP, edukasi kepada masyarakat termasuk masyarakat adat, serta memperluas penyampaian informasi melalui kegiatan keagamaan seperti dakwah juga diperkuat,” tegas Troy.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: