Dua Hal Ini jadi Atensi Pengamanan Polda Kaltim: Rumah Kosong dan Tempat Ramai

Rabu 18-03-2026,12:18 WIB
Reporter : Chandra
Editor : Baharunsyah

Kondisi Kaltim sebagai wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi turut memperbesar skala risiko.

Banyak warga pendatang dari Sulawesi dan Jawa diperkirakan pulang kampung dalam periode yang sama, meninggalkan hunian dalam waktu cukup lama.

“Hal ini menjadi perhatian kami dalam upaya pengamanan selama periode Lebaran,” katanya.

Untuk menjaga situasi tetap terkendali, pengamanan diperkuat melalui Operasi Ketupat Mahakam.

Operasi ini difokuskan pada stabilitas keamanan sekaligus kelancaran arus mudik dan balik, sehingga tidak hanya menyasar kejahatan konvensional, tetapi juga potensi gangguan lalu lintas.

Di sisi lain, aparat juga mendorong peran masyarakat. Seluruh jajaran diinstruksikan aktif memberikan imbauan agar warga memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.

Langkah ini dinilai krusial karena celah terbesar sering muncul dari kelalaian dasar.

BACA JUGA:Pembayaran Parkir di Balikpapan Beralih ke Digital, Setoran ke Daerah Naik 4 Kali Lipat

“Ini sejalan dengan arahan Kapolda Kaltim kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat,” tegasnya.

Jika melihat pola tahun sebelumnya, kejahatan jalanan masih menjadi kasus dominan saat momentum Lebaran.

Fakta ini membuat pengamanan tahun ini tidak lagi bersifat reaktif, melainkan berbasis evaluasi pola yang sudah berulang.

Atensi khusus itu juga ditegaskan melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar sebelumnya.

Fokusnya bukan sekadar pengamanan formal, tetapi memastikan setiap titik rawan benar-benar terjaga.

Langkah pencegahan pun diperkuat dengan menempatkan personel di pusat-pusat keramaian.

BACA JUGA:Wali Kota Balikpapan Ajak Warga Tidak Membeli Kebutuhan Pokok Secara Berlebihan

“Penempatan ini bukan hanya untuk respons cepat, tetapi juga sebagai efek deterensi bagi pelaku kejahatan,” tandas Jamaluddin.

Kategori :