Aulia Rahman Basri juga mengingatkan pentingnya profesionalitas insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik, terutama dalam membedakan antara media resmi dengan arus informasi di media sosial yang sering kali tidak terverifikasi.
BACA JUGA: Libur Lebaran Anak Sekolah di Kukar 2 Pekan, Mulai 16–27 Maret 2026
BACA JUGA: 150 Personel dan 21 Pos Pengamanan Disiagakan Selama Arus Mudik di Kukar
“Peran media sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu kebenarannya,” lanjutnya.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, ia berharap media dapat terus menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks serta menjaga kondusivitas di tengah masyarakat Kutai Kartanegara.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kukar juga menyampaikan permohonan maaf kepada para jurnalis apabila selama berinteraksi terdapat sikap atau ucapan yang kurang berkenan, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan yang penuh dengan nilai kebersamaan.
“Di bulan suci Ramadan ini, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan secara pribadi menyampaikan permohonan maaf apabila selama berinteraksi dengan rekan-rekan wartawan terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” tutupnya.