Meski begitu, masyarakat diingatkan untuk tidak memaksakan diri melakukan olahraga dengan intensitas tinggi selama Ramadan.
BACA JUGA: Dokter Anak Ingatkan Pentingnya Nutrisi Sahur Selama Ramadan, Jangan Hanya Mengejar Rasa Kenyang
Latihan yang terlalu berat atau terlalu lama justru berisiko memicu stres pada tubuh, terutama karena tubuh belum bisa segera mendapatkan asupan cairan dan energi setelah berolahraga.
Menurut Hanif, durasi olahraga yang ideal saat puasa berkisar 30 hingga 45 menit.
Durasi tersebut dinilai cukup untuk menjaga kebugaran tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh.
Ia menjelaskan bahwa olahraga yang berlangsung lebih dari satu jam dapat meningkatkan respons stres tubuh.
BACA JUGA: Vertigo Kerap Muncul di Awal Puasa, Dokter Ungkap Pola Tidur dan Dehidrasi Jadi Pemicu Utama
BACA JUGA: Hobi Kretek Leher saat Pegal? Hati-hati Dampak Serius yang Mengintai
“Kalau lebih dari satu jam, tingkat stres dalam tubuh meningkat. Masalahnya, kita tidak bisa langsung recovery karena belum bisa minum dan makan. Jadi stresnya bisa lebih lama,” ujarnya.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat memilih olahraga ringan seperti jalan santai, jogging ringan, atau latihan kebugaran dengan intensitas sedang selama Ramadan.
Dengan pengaturan intensitas yang tepat, olahraga saat puasa tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga dapat menjadi cara efektif untuk memperbaiki komposisi tubuh.
“Momentum puasa pun bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga menjaga kesehatan fisik secara seimbang,” pungkasnya.