BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Olahraga saat puasa tetap aman dilakukan saat Ramadan, bahkan berpotensi membantu pembakaran lemak lebih efektif jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), dr. Hanif Abror, Sp.KO, menjelaskan bahwa aktivitas fisik tidak perlu dihentikan hanya karena sedang menjalani puasa.
Menurutnya, olahraga selama Ramadan justru dapat membantu menjaga kebugaran tubuh yang sudah terbentuk sebelumnya.
“Selama Ramadan itu kita bisa menjaga tingkat kebugaran yang sudah ada. Jadi bukan untuk meningkatkan performa, tapi mempertahankan,” kata Hanif, Senin (9/3/2026).
BACA JUGA: Hukum Ciuman saat Ramadan, Membatalkan Puasa atau Mengurangi Pahala?
BACA JUGA: Kambing Guling hingga Nasi Kandar Jadi Primadona Buka Puasa di Tulipe Restaurant Balikpapan
Ia menyarankan masyarakat yang sudah terbiasa berolahraga sebelum Ramadan tetap melanjutkan rutinitas tersebut, namun dengan intensitas yang lebih terkontrol.
Olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dinilai cukup untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami penurunan kebugaran secara drastis selama berpuasa.
Tubuh yang sudah terbiasa aktif juga akan lebih mudah beradaptasi ketika aktivitas fisik tetap dilakukan meskipun dalam kondisi tidak makan dan minum sepanjang hari.
Selain menjaga kebugaran, olahraga saat puasa juga dinilai memiliki manfaat lain, yakni membantu memperbaiki komposisi tubuh, terutama dalam menurunkan persentase lemak.
BACA JUGA: Rekomendasi Buah Terbaik untuk Buka Puasa agar Gula Darah Stabil
BACA JUGA: Mengenal Hikmah Dibalik Disyariatkannya Bulan Puasa
Hanif menjelaskan bahwa ketika seseorang berolahraga dalam kondisi puasa, cadangan glukosa dalam tubuh akan lebih cepat habis.
Setelah itu, tubuh akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi alternatif, sehingga proses pembakaran lemak menjadi lebih optimal.
“Kalau tujuannya memang ingin menurunkan persentase lemak tubuh, latihan saat kondisi puasa itu justru bisa membantu,” jelasnya.