BERAU, NOMORSATUKALTIM – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas ditertibkan agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan Sri Juniarsih usai melantik dan mengambil sumpah 119 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan administrator dan pengawasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau di Ruang Sangalaki, Sekretariat Kabupaten Berau, Jumat 13 Maret 2026.
Salah satu pejabat yang dilantik dalam kesempatan itu adalah Jhony sebagai Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas.
Kepada pejabat yang baru dilantik tersebut, Sri Juniarsih secara khusus menekankan pentingnya penataan dan pengelolaan pasar agar lebih tertib serta memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
BACA JUGA:119 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Ini Pesan-Pesan Bupati Berau
Ia menegaskan, salah satu hal yang perlu segera ditindaklanjuti adalah pengoperasian kembali portal elektronik di pintu masuk pasar.
Menurutnya, fasilitas tersebut sebelumnya sempat mengalami kerusakan karena belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.
“Sekarang kita berada di era digital. Kemarin mungkin masih tahap mencoba ketika ada fasilitas elektronik yang belum sepenuhnya diterima masyarakat, sehingga sempat terjadi kerusakan. Saat ini sedang kita perbaiki dan setelah Lebaran nanti akan kembali difungsikan,” ujar Sri Juniarsih.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut harus dimanfaatkan secara optimal karena telah diadakan oleh pemerintah daerah.
Jika tidak difungsikan, hal itu berpotensi menjadi temuan dalam pemeriksaan keuangan.
BACA JUGA:Waspada Modus Calo Tiket di Pelabuhan Semayang, Pemudik Rugi Rp2 Juta Usai Uang Dibawa Kabur
Selain itu, Sri Juniarsih juga menyoroti keberadaan Pasar Subuh yang dinilai masih semrawut. Ia meminta pengelola pasar menertibkan aktivitas pedagang agar tidak melampaui waktu yang telah ditentukan.
Menurutnya, Pasar Subuh seharusnya selesai sekitar pukul 07.00 hingga maksimal pukul 08.00 pagi, karena area tersebut sebenarnya diperuntukkan sebagai lahan parkir bagi pengunjung pasar.
“Saya melihat payung-payung pedagang masih tetap berdiri sampai pasar tutup. Kalau Ramadan masih kita toleransi, tetapi ke depan saya berharap pengelola pasar bisa menata dan merapikan kembali area tersebut,” katanya.
Tak hanya soal penataan pedagang, Bupati juga memberi perhatian pada kebersihan pasar.