“Untuk daging sapi ada keterlambatan dari suplier luar daerah. Informasinya dalam satu sampai dua hari ini akan datang,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga Beras dan Cabai Turun, Pemkab Kutim Pastikan Stok Bahan Pokok Aman hingga Lebaran
BACA JUGA: Operasi Pasar Ramadan, Pertegas Harga LPG 3 Kg di PPU Sesuai HET
Selain daging, pasokan telur juga menjadi perhatian pemerintah. Saefuddin mengatakan, kebutuhan telur di Samarinda cukup tinggi sehingga pemerintah juga memantau distribusi dari daerah pemasok.
“Telur ini kan hampir semua masyarakat konsumsi, dari anak-anak sampai orang dewasa. Tadi juga disampaikan supliernya sempat berkurang, tapi kita harapkan pengiriman dari Sulawesi dan Jawa bisa segera menambah stok,” katanya.
Dalam sidak tersebut, pemerintah juga memeriksa akurasi timbangan pedagang. Hasilnya, tidak ditemukan kecurangan dalam penggunaan alat ukur.
“Alhamdulillah timbangan yang kita cek sesuai. Bahkan sedikit lebih berat karena biasanya antara timbangan digital dan manual ada selisih sekitar 0,006,” ujar Saefuddin.
BACA JUGA: Cegah Kebocoran PAD, Pemkot Samarinda Perkuat Sistem Parkir Cashless
BACA JUGA: Selisih Input Pendapatan Capai Rp 1,5 Miliar, Bapenda Samarinda Mulai Rekonsiliasi Data OPD
Selain itu, Saefuddin juga melakukan pengecekan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Samarinda seberang, persediaan BBM dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hari raya.
“SPBU kita cek persediaan barangnya. Alhamdulillah sampai Lebaran cukup. Kita juga cek peralatan-peralatannya dan tidak ada masalah, semua sesuai standar,” pungkasnya.