Bahlil Sebut Pembebasan 2 Kapal Pertamina di Selat Hormuz Segera Tuntas

Rabu 11-03-2026,10:30 WIB
Editor : Hariadi

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah menyatakan proses negosiasi terkait dua kapal tanker milik Pertamina yang tertahan di kawasan Teluk Arab akibat tidak bisa melintas di Selat Hormuz segera mencapai titik akhir. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan upaya pembebasan kedua kargo tersebut kini masih berlangsung dan diharapkan segera selesai.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026.

“Ada dua kapal, dua kargo. Itu masih dalam negosiasi, insyaallah sebentar lagi selesai. Sebentar lagi selesai. Doain, ya,” ucap Bahlil dilansir dari Antara.

BACA JUGA: Purbaya Sebut APBN Masih Cukup Kuat Menahan Tekanan Harga Minyak Dunia yang Melonjak

BACA JUGA: Selat Hormuz Iran Ditutup: 25 Persen Impor Minyak RI dari Sana, Ini Skenario Menteri ESDM

Situasi ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute vital distribusi minyak dunia.

Sebelumnya, pada Senin, 2 Maret 2026, Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan terdapat 4 kapal yang sedang berada di kawasan Timur Tengah. 

Keempat kapal tersebut adalah Gamsunoro, Pertamina Pride, PIS Rinjani, dan PIS Paragon.

Kapal Gamsunoro saat itu sedang melakukan proses pemuatan (loading) di Khor al Zubair, Irak. Sementara kapal Pertamina Pride telah selesai melakukan pemuatan dan berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.

BACA JUGA: Pengiriman Minyak Global Via Selat Hormuz Terancam Dihentikan, 8 Negara Timur Tengah Tutup Bandara

BACA JUGA: Hujan Beracun Turun Usai Kilang Minyak di Teheran Diserang AS-Israel, Warga Dilarang Keluar Rumah

Adapun kapal PIS Rinjani berada di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab. Sedangkan kapal PIS Paragon sedang melakukan proses bongkar muatan (discharge) di Oman.

Dalam perkembangan terbaru, 2 kapal milik Pertamina International Shipping dilaporkan telah bergerak keluar dari area konflik. Kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.

Sementara itu, dua kapal lainnya masih berada di kawasan Teluk Arab dan menunggu kondisi yang lebih aman untuk melintas melalui Selat Hormuz.

Kategori :