NUSANTARA, NOMORSATUKALTIM – Sajian berbuka puasa di Ibu Kota Nusantara (IKN), kini memiliki ikon kuliner baru yang menarik perhatian ribuan warga.
Hidangan tersebut adalah Bubur Nusantara. Menu berbuka yang kini rutin disajikan di Masjid Negara IKN.
Meski kini populer dengan nama Bubur Nusantara, sajian ini sejatinya merupakan adaptasi langsung dari Bubur Baqa. Kuliner legendaris yang berasal dari Samarinda Seberang, Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Alimuddin, mengonfirmasi bahwa kehadiran bubur ini merupakan upaya otorita untuk mengangkat kearifan lokal ke level nasional.
BACA JUGA:4 Posko Disiagakan di Jalur IKN, BBPJN Kaltim Antisipasi Lonjakan Mudik 2026
Menurut Alimuddin, bubur ini memiliki akar sejarah yang kuat di dua tempat legendaris di Samarinda, yakni Masjid Shiratal Mustaqim di Kampung Mesjid dan Masjid Al-Baqa di Samarinda Seberang.
Kehadiran menu ini di IKN bukan sekadar pengisi perut saat berbuka, melainkan upaya pelestarian budaya kuliner yang telah bertahan selama puluhan tahun di tanah Kalimantan.
Alimuddin menjelaskan bahwa Bubur Baqa bukanlah menu baru bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Hidangan ini telah eksis dan bertahan menjadi tradisi lebih dari 50 tahun. Nama Baqa sendiri merujuk pada nama masjid dan kampung di Samarinda Seberang.
Dalam bahasa Bugis, "Baqa" memiliki arti pohon sukun, yang konon dulu banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Namun, di balik penamaan yang bernuansa lokal dan Islami tersebut, kualitas rasa yang otentik menjadi alasan utama mengapa menu ini dibawa ke IKN.
"Kami di IKN mencoba menawarkan kudapan atau masakan tradisional yang menjadi legenda di Kalimantan Timur," ujar Alimuddin dikonfirmasi Nomorsatukaltim, Senin 2 Maret 2026.
BACA JUGA:Otorita IKN Terapkan Manajemen Sampah Berbasis Teknologi, Plastik Bisa Ditukar Tabungan Emas
Ia menambahkan bahwa racikan asli bubur ini berasal dari tokoh masyarakat dan tokoh agama bermarga Syahab di Samarinda Seberang.
Demi menjaga kualitas, pihak OIKN mengundang langsung para pemilik resep asli tersebut ke Nusantara untuk memberikan pelatihan memasak kepada warga lokal.