Kuncinya Sekarang di Kemenhub, Pemkab Kutim Harap KEK Maloy Segera Beroperasi

Senin 02-03-2026,13:04 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Baharunsyah

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemkab Kutim berencana memercepat diaktifkannya Pelabuhan di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), di Kecamatan Kaliorang.

Upaya ini ditempuh guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memastikan seluruh aktivitas ekspor komoditas unggulan tercatat langsung dari wilayah Kutim.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa optimalisasi KEK Maloy menjadi prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan pelabuhan yang berfungsi penuh akan menjadi kunci, agar kawasan tersebut benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.

BACA JUGA:APBD Efektif Kutai Timur Tinggal Rp4,6 Triliun, TPP ASN Dipangkas Hingga 65 Persen

Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Gubernur Kalaltim, saat melakukan peninjauan lapangan ke area pelabuhan beberapa waktu lalu.

Dimana keduanya sepakat mendorong percepatan dukungan dari Kementerian Perhubungan agar operasional pelabuhan dapat segera dimaksimalkan.

“Tanah seluas 500,9 hektare sudah dibebaskan dan disiapkan pemerintah daerah. Kalau pelabuhan ini aktif sepenuhnya, lahan tersebut tidak lagi menjadi aset pasif, tetapi menghasilkan pemasukan nyata bagi daerah,” ujar Mahyunadi.

Ia menilai, selama pelabuhan belum difungsikan optimal, potensi ekonomi Kutim belum tergarap sepenuhnya.

BACA JUGA:KEK Maloy Masuk Radar Hilirisasi Non-Tambang Pemprov Kaltim

Padahal, berbagai komoditas unggulan daerah memiliki pasar ekspor yang menjanjikan.

Salah satu contoh yang disorot adalah komoditas pisang. Produksi pisang dari Kutim disebut mampu menembus angka lebih dari 1.600 ton per tahun untuk kebutuhan ekspor.

Namun, karena proses pengiriman masih melalui Pelabuhan Semayang di Balikpapan, pencatatan ekspor tersebut tidak masuk dalam statistik resmi Kutim.

Kondisi ini berdampak pada minimnya kontribusi terhadap PAD dan data perdagangan daerah.

“Selama ini ekspor kita tercatat keluar dari daerah lain. Artinya, nilai tambahnya tidak sepenuhnya kita rasakan."

Kategori :