BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Abisar, bocah laki-laki 11 tahun di Bontang diserang buaya. Saat kejadian, ia sedang bermain di bawah kolong rumah warga di Jalan RE Martadinata, RT 08, Kelurahan Loktuan.
Rumah itu tak jauh dari perairan. Sontak kejadian tersebut membuat heboh masyarakat di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan saksi mata, saat itu korban sedang bermain bersama teman-teman seusianya. Tanpa disadari, seekor buaya sudah mengawasi mereka.
Buaya itu pun langsung menerkam tubuh korban. Teman-teman korban pun langsung berlarian meninggalkan tempat tersebut. Mereka berteriak yang menarik perhatian warga sekitar.
BACA JUGA: Bocah 10 Tahun Diterkam Buaya di Bengalon, Nenek Alami Luka saat Berusaha Menolong
BACA JUGA: Dalam Sepekan, 2 Warga di Paser Jadi Korban Serangan Buaya
Dua warga, Wawan (28) dan Diki Mantafani (24) memberikan pertolongan kepada korban. Dibantu dengan masyarakat sekitar.
Korban berhasil dilepaskan dari gigitan buaya tersebut dan segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) PKT Bontang. Di sana, ia mendapatkan penanganan serius dari tim medis.
Danramil 0908-01 Loktuan Bontang Utara, Lettu Arh Yohanes Bay mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu, 28 Februari 2026. Hingga sabtu sore, korban masih menjalankan perawatan intensif dari dokter di RS PKT Bontang.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya beberapa luka gigitan di bagian tubuh korban,” katanya, Minggu, 1 Maret 2026.
BACA JUGA: Pemkot Bontang Rencana Beli Mobil yang Bisa Terobos Banjir, Neni: untuk Pelayanan Publik
BACA JUGA: Orang Tua Bayi di Muara Badak Masih Misterius, Polisi Sisir Data Puskesmas dan Posyandu
Kawasan pesisir dan perairan di Kota Bontang memang dikenal sebagai habitat buaya muara. Dalam beberapa tahun terakhir, kemunculan buaya di sekitar pemukiman warga kerap terjadi, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan sungai atau rawa.
Buaya muara (Crocodylus Porosus) dikenal sebagai predator oportunis. Satwa ini dapat memasuki kawasan permukiman melalui aliran sungai atau saluran air. Terutama saat kondisi air pasang atau habitat alaminya terganggu.