Terkait korban, Dia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dari dalam bangunan.
Namun terdapat satu warga di sekitar lokasi yang mengalami gangguan kesehatan saat kejadian.
"Sementara belum ada korban dari dalam. Cuma ada orang di luar yang stroke, tadi di bawah,"sebutnya.
Ia juga menyoroti banyaknya warga yang menonton di sekitar lokasi kebakaran. Menurutnya, kerumunan dapat membahayakan keselamatan sekaligus menghambat proses pemadaman.
"Seharusnya beri ruang untuk pemadam atau relawan supaya bisa memadamkan api. Diperlukan juga bantuan pihak keamanan untuk mengarahkan penonton agar tidak mendekati titik kebakaran,"tegasnya.
Hendra mengingatkan, material bangunan yang terbakar berpotensi roboh atau jatuh dan membahayakan warga yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).
"Dikhawatirkan ada tangki atau kayu yang lepas, dan bisa jatuh mengenai mereka. Penonton juga tidak menggunakan APD, itu yang berbahaya," tambahnya.
Menjawab isu keterlambatan, ia memastikan petugas pemadam datang tepat waktu setelah laporan diterima.
"Pemadam datang tepat waktu. Begitu diumumkan langsung bergerak," tandasnya.
Di tengah proses pemadaman, kondisi di lapangan tampak cukup dinamis. Berbagai macam barang elektronik yang berada di dalam ruko sebisa mungkin diselamatkan para karyawan.
Mereka berupaya mengevakuasi unit telepon genggam, aksesoris, serta perangkat lain seperti TV ke luar bangunan sebelum api semakin membesar.
Sementara itu, petugas keamanan Surya Phone, Irfan, menuturkan sumber api pertama kali terlihat dari area gudang di lantai dua bangunan.
"Sumbernya dari gudang, di lantai dua. Kejadiannya sore barusan"kata Irfan.
Saat api mulai muncul, karyawan dan petugas keamanan sempat melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Namun upaya tersebut tidak berhasil menahan api yang cepat membesar.
"Sudah pakai APAR, tapi APAR-nya kurang. Jadi api langsung membesar. Asapnya juga tebal sekali di dalam,"ungkapnya.
Ia menjelaskan, gudang tersebut berisi berbagai barang elektronik, khususnya telepon genggam dan perlengkapannya, yang membuat api cepat merambat.
"Isinya barang-barang elektronik, kumpulan HP dan sejenisnya," ujarnya.
Dari hasil pemantauan, Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan.
Diketahui, proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam, yang selesai sekitar pukul 17.10 Wita.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (MAYANG)
Caption foto: Kadis damkartan Kota Samarinda, Hendra AH jelaskan kronologi kebakaran ruko Surya Phone Samarinda, Api diduga berasal dari gudang lantai dua
Foto2: pemadam beserta relawan berusaha memadamkan titik api (Disway/Mayang)