Di tengah peningkatan jumlah penduduk, Disdukcapil Berau tetap berupaya mempercepat pendataan administrasi kependudukan meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
BACA JUGA: Disperkim Berau Targetkan Perbaikan 112 Unit RTLH Tahun Ini
Salah satu langkah yang ditempuh ialah memperluas layanan jemput bola hingga ke wilayah pedalaman, sekaligus mengejar target perekaman KTP elektronik.
“Tahun ini ada 2.407 orang yang wajib rekam KTP, sehingga layanan jemput bola terus kami perluas,” ujar Jhon.
Selain layanan reguler, Disdukcapil juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menjangkau kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga korban bencana yang sulit mengakses layanan mandiri.
Meski demikian, pelaksanaan layanan jemput bola tidak selalu berjalan mudah. Kondisi geografis Berau yang luas, ditambah keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah, menjadi tantangan di lapangan.
BACA JUGA: Pemkab Berau Siapkan TPA Sementara Jelang Operasional RSUD Tanjung Redeb
BACA JUGA: 87 Orang Dinyatakan Positif HIV dari 6.800 Warga Berau yang Menjalani Tes Sepanjang 2025
“Petugas harus menempuh perjalanan berjam-jam. Belum lagi masih ada wilayah yang minim akses internet, itu yang menjadi kendala,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan strategi pelayanan agar seluruh warga, termasuk di wilayah terpencil, tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan secara merata.