Namun, skema tersebut dinilai memiliki keterbatasan. Anggaran tanggap darurat tidak memungkinkan difokuskan dalam jumlah besar pada satu titik lokasi.
BACA JUGA: Proyek Jembatan Seniur 2 Masuk Lahan Warga, BPN Paser Duga Ada Cacat Administrasi
“Anggaran tanggap darurat tidak memungkinkan untuk difokuskan dalam jumlah besar pada satu lokasi. Meski demikian, PUPR saat ini sedang melakukan peninjauan lapangan untuk menyusun langkah penanganan sementara,” tuturnya.
Rizal berharap pemerintah daerah segera mengambil keputusan tanpa menunda persoalan teknis yang ada.
Menurutnya, kepastian penanganan menjadi penting, terutama menjelang Ramadan 2026, agar aktivitas ibadah di Masjid Nurul Iman dapat berlangsung dengan aman.
“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Jangan sampai aktivitas ibadah terganggu atau menimbulkan risiko karena kondisi longsor ini,” pungkasnya.