Disdag Samarinda Bakal Relokasi Pedagang Grosir Pasar Pagi Secara Bertahap

Kamis 05-02-2026,15:24 WIB
Reporter : Rahmat Pratama
Editor : Baharunsyah

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda akan lakukan relokasi pedagang pasar pagi secara bertahap.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani bilang relokasi tidak bisa dilakukan secara instan. Namun ada kemauan dari pedagang untuk mengikuti penataan.

“Kita menjalin komunikasi dan koordinasi. Tidak mesti hari ini, kami juga memahami itu. Tapi yang penting ada keinginan mereka untuk pindah,” ujar Nurrahmani saat ditemui di Kantor Disdag Samarinda, Kamis 5 Februari 2026.

Nurrahmani menjelaskan, pedagang yang bersedia pindah lebih awal akan diberikan kemudahan atau privilese dalam memilih lokasi.

BACA JUGA:Pemkot Samarinda Janji Perbaiki Tempias Pasar Pagi, Struktur Bangunan Tetap Aman

Mereka dipersilakan melihat langsung informasi serta menyampaikan pengaduan sebelum menentukan petak yang diinginkan.

“Yang mau dengan suka hati ini, silakan melihat informasinya, mau pilih yang mana tepatnya. Itu buat yang duluan. Kalau yang belakangan, mau tidak mau penempatannya menyesuaikan dengan sisa yang ada,” kata dia.

Terkait ketersediaan lapak, Nurrahmani menegaskan bahwa data Disdag menunjukkan terdapat 512 petak grosir yang tersedia.

BACA JUGA:Dirut Varia Niaga: Teluk Lerong Space Tekan Parkir Liar, Gerakkan UMKM

Sementara itu, jumlah pedagang yang tercatat mencapai lebih dari 700 pedagang, terutama yang berada di lantai 6 dan lantai 7.

“Kalau dibilang tidak cukup, sebenarnya tidak juga. Lantai 6 itu penuh, tapi lantai 7 masih bisa. Data kami jelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, penataan ini juga bertujuan menjaga keseimbangan antara pedagang grosir dan pengecer agar tercipta hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Menurut Nurrahmani, pengecer seharusnya berada di lantai bawah. Sementara grosir di lantai atas. Sehingga ekosistem perdagangan dapat berjalan dengan baik.

“Kita berharap jangan sampai pengecer kehilangan rezekinya. Karena pengecer kan beli dari grosir juga. Tidak mungkin pengecer beli ke Jawa, grosir beli ke Jawa. Kalau grosir ikut jual eceran, pengecer kasihan,” jelasnya.

BACA JUGA:Pemkot Samarinda Atur Jam Operasional Usaha dan THM Jelang Bulan Suci Ramadan

Kategori :