Padahal, di awal program itu dijalankan, pengajuan permodalan melalui program ini cukup besar. Seperti yang terjadi di Juli 2025. Satu bulan pasca di-launchingnya program ini.
Ketika itu, pengajuannya mencapai 533 permohonan. Tapi, hanya 15 yang bisa disetujui.
Kepala Bidang Koperasi usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, M Takwin mengaku, banyak persyaratan-persyaratan yang diberikan BPD Kaltimtara, belum dipenuhi oleh pelaku usaha.
BACA JUGA:Brio Dominasi Penjualan Mobil Honda di Bontang
“Kalau kami, total sudah ada 709 pengajuan ke BPD Kaltimtara. Tapi, tidak semua disetujui. Semua itu hak prerogatifnya bank."
"Mereka punya standar sendiri. Di sisi lain, bank juga kan menghindari kredit macet atau tunggakan,” katanya, Selasa, 27 Januari 2026.
Pun ia membeberkan, salah satu penolakan yang paling banyak terjadi adalah BI checking.
Namun, ia ingin program ini terserap maksimal oleh pelaku UMKM. Karena itu, tahun ini ia menargetkan penyerapannya bisa lebih tinggi.
“Kami akan berkoordinasi dengan bank Kaltimtara untuk bersama kami melakukan sosialisasi program ini. Nantinya seluruh kelurahan akan dipanggil ke kecamatan untuk sosialisasi terkait apa yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM ini,” ungkapnya.
BACA JUGA:Investasi Balikpapan 2025 Tembus Rp27,25 Triliun, Industri Kimia dan Migas Masih Dominan
Tujuannya, agar, pelaku UMKM yang mengajukan program kredit Bontang Kreatif ini bisa langsung disetujui pihak perbankan.
Dari sosialisasi itu, DKUMPP juga ingin mendengar langsung keluh kesah pelaku UMKM terkait pengajuan program ini.
“Ini tinggal jalan saja lagi. Dari BPD Kaltimtara sudah menyetujui akan bersama kami untuk melakukan sosialisasi program ini. Jadi nanti kita akan memanggil pelaku UMKM di setiap kelurahan, tidak semua. Tetapi perwakilan setiap kelurahan,” ungkapnya. (Michael Fredy Yacob)