Ia menjelaskan, bahwa kebutuhan air bersih di Balikpapan saat ini masih mengalami defisit sekitar 1.000 liter per detik.
BACA JUGA: PPU Siapkan sekira Rp51 Miliar untuk Infrastrukur Distribusi SPAM Long Kali
Sedangkan Balikpapan tetap menjadi pintu gerbang utama menuju IKN, sehingga kebutuhan air di kedua wilayah tersebut harus disinergikan.
Menurut Suparno, Kukar memiliki potensi sumber air baku yang besar dari Sungai Mahakam, yang dinilai mampu menjadi salah satu kontribusi penting dalam mendukung kebutuhan air bersih regional.
“Tinggal bagaimana model kerja sama antara Pemkab Kukar dengan Otorita IKN yang akan kita tindak lanjuti ke depan,” pungkasnya.