Rudiansyah. (doc) ============== Samarinda, Diswaykaltim.com - KPU Kaltim mendukung rencana pusat untuk menunda perhelatan pilkada 2020 ini. Hal demikian disampaikan Ketua KPU Kaltim Rudiansyah. "Kita mendukung hasil RDP. Karena itu berkaitan dengan kepentingan yang lebih besar, bagaimana semua pihak fokus menghadapi covid-19," katanya, Kamis (3/4/2020) kemarin. Saat ini KPU pun menanti turunnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan jadwal pelaksanaan pilkada. Hal itu dianggap penting. Sebab merupakan landasan hokum terkut agar KPU tidak salah dalam mengambil sikap. “Dan memutuskan sesuatu di lembaga kami," imbuhnya. Terkait anggaran yang kabarnya akan dikembalikan untuk penanganan COVID-19, jika hal itu tertuandalam Perppu, maka KPU pasti akan menjalankannya. “Layaknya sebagaimana hasil RDP, agar ada realokasi anggaran untuk utamanya penanganan COVID-19 di daerah, jika dalam hasil Perppu bertuliskan seperti itu, maka akan kita lakukan, tidak ada masalah," bebernya. Meski anggaran yang akan dikembalikan nanti tidak utuh, karena adanya prosea tahapan yang sempat berjalan. Pengeluaran belanja yang menggunakan angaran tersebut pihaknya siap untuk memberikan laporan pertanggung jawaban, melalui sistem pengauditan. "Tentu anggaran tidak utuh lagi, kan ada angka belanja pada proses tahapan sebelumnya. Untuk ada atau tidaknya sistem audit akan ditentukan oleh pemerintah pusat nantinya. Jadi saat ini yang ditunda adalah beberapa tahapan,” sebutnya. Ada pun tahapan itu mencakup pelantikan PPS dan masa tugas PPS, verifikasi dokumen dukungan pasangan calon perseorangan, rekrutmen PPDP dan pemutakhiran daftar pemilih. Termasuk pula honorariu untk adhoc. Terpaksa ditunda juga. “Maka posisi adhoc yang sudah terbentuk dinonaktifkan dulu. Ketika non aktif, maka tidak ada output. Ketika tidak ada output maka tidak berdampak hadirnya honor,” urai mantan aktivis HMI ini. Meski begitu kata Rudi, Ketika nanti tahapan jalan kembali. Maka ad-hoc akan diaktifkan kembali. Sehingga akan ada hasil atau output tahapan program kegiatan yg menghadirkan honor kembali. "Penonaktifan tenaga adhoc itu oleh KPU Kabupaten Kota yang mengangkatnya. Jadi bukan hanya Samarinda adhoc-nya yang di non aktifkan," tegasnya. Selanjutnya, Ketua KPU kaltim menambahkan, jika saat ini tengah menunggu keputusan pemerintah pasca RDP. Rudi pun memintan semua pihak untk memaklumi. Pasalnya, tahapan ini berkaitan dengan kontak fisik terhadap orang banyak. “Pemilu maupun Pilkada kesemuanya adalah untuk manusia, maka dengan dasar kemanusiaan dan mendukung pemerintah mengatasi covid-19 dan kepentingan yang lebih luas, sebaiknya Pilkada memang ditunda dulu," pungkasnya. (ar/boy).
Honorarium Ad Hoc Ikut Tertunda
Jumat 03-04-2020,13:29 WIB
Reporter : Bayu
Editor : Bayu
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 09-06-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 9 Juni 2026, BMKG Keluarkan Peringatan Dini!
Selasa 09-06-2026,08:32 WIB
Sempat Tetapkan Tersangka, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Kubar Kini Dihentikan
Senin 08-06-2026,22:45 WIB
DPRD Balikpapan Buka Wacana Bentuk Satgas Pengawasan Solar Usai Sidak SPBU
Selasa 09-06-2026,10:00 WIB
Produksi Daging Kaltim Rendah, Hetifah Sebut Kuncinya di SDM Bukan Cuma Jumlah Ternak
Selasa 09-06-2026,11:10 WIB
Wali Kota Samarinda dan Bupati Berau Masuk Daftar Pemenang Disway Top Regional Leader Awards 2026
Terkini
Selasa 09-06-2026,21:46 WIB
Desain Besar Penataan Daerah Dikebut, Bima Arya: Otonomi Daerah Hadapi Tantangan Kompleks
Selasa 09-06-2026,21:10 WIB
Jamaah Haji Kaltim yang Wafat di Tanah Suci Total 6 Orang, 2 Kloter Sudah Kembali ke Tanah Air
Selasa 09-06-2026,20:40 WIB
Lahan Berubah Fungsi Jadi Kebun dan Tambang, Masyarakat Kedang Ipil Kukar Usul Penetapan Hutan Adat
Selasa 09-06-2026,20:10 WIB
Pemkot Samarinda Batasi Pasar Murah Agar Tak Ganggu Aktivitas Perdagangan Lokal
Selasa 09-06-2026,19:40 WIB