Kuatnya Mitos di Daerah jadi Kendala, Vaksin BCG Kerap Ditolak Masyarakat

Jumat 16-01-2026,15:01 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Tri Romadhani

BACA JUGA:MBS Buka-bukaan soal Bisnis Kapal Tunda di Sungai Mahakam: Modal Terbatas, Kapal Bekas Lebih Cuan

“Isu yang sering muncul itu vaksin dianggap mengandung bahan babi. Padahal proses pembuatan vaksin itu panjang dan melalui sistem penyaringan yang ketat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak berdasar, karena vaksin yang digunakan telah melalui uji kelayakan dan mendapatkan penjelasan resmi terkait status kehalalannya.

“Dari MUI juga sudah ada penjelasan dan pernyataan bahwa vaksin tersebut halal. Jadi sebenarnya itu hanya mitos yang terus berulang,” tegas Yuwana.

Dinkes Kutim terus berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk meluruskan informasi keliru terkait imunisasi.

BACA JUGA:15 Kampung di Berau Terima DIKA, Kampung Sumber Agung Penerima Terbesar

Upaya tersebut dilakukan melalui tenaga kesehatan di puskesmas hingga kegiatan penyuluhan langsung ke masyarakat, terutama di wilayah dengan tingkat penolakan imunisasi yang masih tinggi.

Yuwana berharap, dengan peningkatan pemahaman masyarakat, kesadaran akan pentingnya imunisasi dasar dapat terus meningkat demi melindungi generasi muda Kutai Timur dari ancaman penyakit menular.

Kategori :