Begini Kondisi Jalan di Sandaran Kutim: Berlumpur Saat Hujan, Kendaraan Sulit Lewat

Kamis 15-01-2026,14:18 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Baharunsyah

KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Ketimpangan pembangunan infrastruktur masih dirasakan warga Kecamatan Sandaran.

Wilayah yang berada di pesisir timur itu hingga kini masih bergelut dengan kondisi jalan yang rusak, dan belum sepenuhnya menjadi akses publik yang layak.

Warga menilai, perhatian pembangunan infrastruktur dasar di Sandaran belum sebanding dengan Sangatta sebagai ibu kota kabupaten.

Padahal, jalan menjadi urat nadi utama bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:Buaya 2,5 Meter Naik ke Permukiman Warga Teluk Lingga Kutim

Salah satu warga Sandaran, Darwan, menyebut sebagian besar akses jalan di kecamatannya masih dalam kondisi memprihatinkan.

Bahkan, jalur penghubung antar kecamatan belum sepenuhnya berupa jalan umum.

BACA JUGA:SiLPA Kutim 2025 Diperkirakan Rp 1,4 Triliun, DPRD Ingatkan Dampak ke Ekonomi Rakyat

“Sebagian besar akses kami masih lewat jalan perkebunan dan jalan perusahaan. Bukan jalan umum yang dibangun pemerintah,” ujar Darwan.

Ia mencontohkan jalur penghubung dari Sangkulirang menuju Sandaran yang hingga kini masih mengandalkan jalan milik perusahaan sawit.

Kondisi serupa juga terjadi pada akses menuju Batu Putih di wilayah kabupaten tetangga.

Tidak hanya jalur utama, kondisi jalan antar desa pun dinilai tak jauh berbeda.

Banyak ruas yang rusak dan belum memiliki status sebagai jalan publik, sehingga masyarakat harus bergantung pada kebijakan perusahaan setempat.

“Untuk antar desa juga begitu. Jalannya rusak dan statusnya masih jalan perusahaan,” katanya.

Jarak antar permukiman yang cukup jauh semakin memperparah kondisi tersebut.

Kategori :