"Masyarakat bisa mengakses siaran Piala Dunia, melalui platform FTA atau teresterial dengan menggunakan antena biasa," ucap Iman.
BACA JUGA: Borneo FC Samarinda Akui Harus Bekerja Keras untuk Amankan Poin di Kandang Malut United
"Namun untuk platform lain atau OTT (over the top) akan bergantung dengan kebijakan operator pihak ketiga," ia melanjutkan.
Selain penayangan di televisi, pemerintah juga akan menginisiasi kegiatan nonton bersama di berbagai daerah.
Program ini akan melibatkan pelaku UMKM sebagai upaya mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap siaran Piala Dunia 2026.
TVRI berharap momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan sebagai ruang hiburan publik sekaligus sarana penyebaran informasi dan program-program pemerintah yang bersifat edukatif.
BACA JUGA: Pengerukan Danau Gentung Temiang Rampung, PODSI Paser Mulai Uji Coba Venue
BACA JUGA: Marc Marquez Ungkap 'Harga' yang Harus Dibayar untuk Gelar Juara MotoGP 2025
Dalam kesempatan yang sama, TVRI turut menyampaikan duka cita kepada para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, siaran Piala Dunia 2026 diharapkan dapat menjadi hiburan bagi masyarakat terdampak serta menumbuhkan semangat untuk bangkit.