Nanang mengatakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa festival ini telah menjadi ruang ekspresi dan hiburan yang ditunggu-tunggu setiap tahun.
“Semua boleh berpartisipasi, semua boleh merayakan. Inilah pesta rakyat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini dijalankan berdasarkan landasan hukum dan dukungan anggaran dari Dinas Pariwisata Kutai Barat.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah penting untuk memastikan pelestarian budaya berjalan beriringan dengan penguatan sektor pariwisata.
BACA JUGA: Festival Belian Adat Paser Nondoi di Penajam Paser Utara Diusulkan Masuk Karisma Event Nusantara
“Festival ini memiliki dasar anggaran yang jelas sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pengembangan seni, budaya, dan pariwisata di Kutai Barat,” jelasnya.
Nanang berharap Festival Gemeoh terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan yang semakin kreatif, inklusif, dan berdampak langsung pada masyarakat.
Ia menyebut festival ini selaras dengan visi mewujudkan Kutai Barat yang sejahtera, aman, adil, merata dan beradat.
“Semoga kegiatan ini terus memberikan manfaat bagi kemajuan Kecamatan Melak. Ini memberi semangat baru dalam membangun Kutai Barat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Balap Ketinting Kelas Piston 75 mm di Festival Dahau Kutai Barat, Siapkan Mesin Berminggu-minggu
Dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat panitia, pemerintah kecamatan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sponsor, hingga warga Melak yang berpartisipasi aktif.
“Kegiatan ini berjalan sukses berkat kerja keras kita semua. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Melak yang telah berpartisipasi sehingga festival ini meriah dari awal hingga akhir,” pungkasnya.