"Saya dorong supaya uang itu masuk ke sektor riil. Ke UMKM, ke kredit menengah ke bawah, yang bisa buka lapangan kerja,"ucapnya.
Ia bahkan menyarankan agar pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan bank untuk menyediakan kredit bunga rendah, bahkan nol persen, bagi pelaku usaha kecil.
"Kalau perlu bunga 0 persen. Itu kan kebijakan bisa diatur gubernur atau bupati. Tujuannya supaya rakyat sejahtera," ujarnya.
BACA JUGA: Balikpapan dan Daerah Penopang Kaltim Tertekan Pemangkasan TKD Tahun 2026
Menurutnya, langkah Menteri Keuangan yang sebelumnya juga memindahkan Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank nasional pelat merah harus terus dievaluasi agar benar-benar memberi dampak ke daerah.
"Jangan sampai nanti kreditnya cair tapi untuk proyek besar di Jakarta. Harus dipastikan dana itu muter di daerah, untuk rakyat kecil," pungkas Purwadi.