Bankaltimtara

Wawali Bontang Sentil Perusda AUJ, Utang Lebih Banyak daripada Pemasukkan ke Daerah

 Wawali Bontang Sentil Perusda AUJ, Utang Lebih Banyak daripada Pemasukkan ke Daerah

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.-Michael/Disway Kaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Kinerja perusahaan umum daerah (Perumda) Aneka Usaha dan Jasa (AUJ), disoroti Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.

Sebab, hingga saat ini, perusahaan tersebut belum memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Saat ini laba perusahaan tercatat sebesar Rp 327 juta. Sementara, utang jangka panjang perusahaan mencapai Rp 900 juta.

Artinya, keuntungan perusahaan tersebut hanya digunakan untuk membayar utang. Bukan untuk setoran PAD.

Agus Haris menerangkan, dibandingkan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lainnya, seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman dan PT Bontang Migas dan Energi (BME), capaian AUJ paling minim.

BACA JUGA:MBG Tetap Disalurkan Selama Bulan Puasa

“Kalau keuntungannya hanya Rp 327 juta tapi utangnya Rp 900 juta, itu sebenarnya belum bisa disebut untung."

"Bahkan, tidak bisa diharapkan untuk menyumbang PAD,” kata Agus Haris, Minggu 15 Februari 2026.

Agus Haris kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan pengalaman Perusda di Balikpapan.

BACA JUGA:Rencana Pembangunan Gudang Bulog Bontang Terhambat Status Lahan

Di sana, Perusda justru mampu tumbuh tanpa suntikan modal APBD. Pemerintah daerah hanya menyiapkan fasilitas dasar seperti kantor dan perlengkapan kerja.

Selebihnya, direksi dituntut mencari permodalan dan mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kuncinya ada pada kepemimpinan yang visioner. Paham manajemen bisnis. Itu yang membuat mereka bisa berkembang dan menyumbang pendapatan daerah,” ujarnya.

Baginya, keberhasilan sebuah organisasi atau badan usaha, ditentukan oleh arah kebijakan pimpinan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: