Bankaltimtara

Wawali Bontang Sentil Perusda AUJ, Utang Lebih Banyak daripada Pemasukkan ke Daerah

 Wawali Bontang Sentil Perusda AUJ, Utang Lebih Banyak daripada Pemasukkan ke Daerah

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.-Michael/Disway Kaltim-

Untuk lembaga profit seperti BUMD, kemampuan manajemen ekonomi dan keberanian menangkap peluang menjadi faktor utama.

BACA JUGA:Baru Tahun Depan Jalan Kampung Timur Dicor, Dinas PUPR Sebut Tunggu APBD Bontang Normal

Apalagi AUJ, menurutnya, memiliki potensi besar. Terutama dari aktivitas di kawasan pelabuhan Loktuan.

Pelabuhan tersebut menjadi pusat keluar-masuk kapal bongkar muat, eksportir, dan importir. Sirkulasi di sana hampir tanpa henti.

“Setiap jam ada pergerakan ekonomi. Ada kapal yang datang dan pergi. Sudah seharusnya kondisi ini bisa dimaksimalkan oleh manajemen perusahaan. Apalagi, di sana masih banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan,” tegas politisi partai Gerindra itu.

Untuk mendorong perbaikan, ia meminta AUJ dan lembaga terkait segera menyusun master plan bisnis yang jelas. Realistis.

Lalu mempresentasikannya kepada tim ekonomi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Pemetaan potensi usaha dinilai penting agar pengelolaan BUMD tidak berjalan tanpa arah.

BACA JUGA:Potret Kelam Narkoba di Bontang, Seorang Anak 15 Tahun Kecanduan Sabu

“Ini bukan sekadar teguran. Kalau sudah diberi kesempatan tapi tidak menunjukkan hasil, evaluasi bisa berujung pada pergantian. Ada evaluasi tahunan,” tegasnya.

Hasil evaluasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Wali Kota Bontang. Hal itu dilakukan sebagai bahan pengambilan keputusan.

“Perumda AUJ adalah aset daerah. Bukan milik pribadi. Karena itu, pengelolaannya harus profesional, transparan, dan benar-benar berorientasi pada peningkatan PAD. Ujungnya demi kepentingan masyarakat Bontang," katanya lagi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: