"Kami rutin melakukan survei pasar setiap bulan untuk memastikan mutu ikan yang beredar terjamin. Kalau sampai ada masalah, tanggung jawabnya ada pada kami,"tegasnya.
DKP Kaltim juga memperkuat rantai pasok dan fasilitas penyimpanan dingin (cold chain) agar kualitas produk tetap terjaga selama distribusi. Irhan menyebut, aspek logistik menjadi faktor penentu daya saing di pasar ekspor, terutama untuk produk segar seperti udang dan ikan laut.
Menurut Irhan, keberhasilan pengembangan sektor perikanan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, nelayan, pelaku usaha, dan akademisi.
BACA JUGA: Ekspor UMKM Kaltim Tembus USD 716 Ribu dalam Sepekan, Kratom hingga Udang Dikirim ke Lima Negara
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan lebih luas, terutama dalam bentuk fasilitasi ekspor dan pembiayaan usaha mikro nelayan agar komoditas perikanan Kaltim makin kompetitif.
Dengan basis sumber daya alam yang kuat dan kebijakan berkelanjutan, Irhan optimistis Kaltim dapat menjadi salah satu pusat produksi perikanan unggulan di Indonesia Timur.
"Selama kita menjaga keseimbangan antara produksi dan kelestarian, potensi perikanan Kaltim akan terus tumbuh. Ini bukan sekadar soal ekspor, tapi juga tentang masa depan ekonomi pesisir dan kesejahteraan masyarakat,"pungkasnya.