Disporapar Paser Sambangi PB Percasi Bahas Turnamen Catur Nasional
Disporpar Paser saat membahas teknis penyelenggaraan turnamen tingkat nasional bersama perwakilan dari PB Percasi.-Sahrul/Disway Kaltim-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser menyambangi Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) di Jakarta.
Kepala Disporapar Paser, Kurniawan menyampaikan maksud dari kedatangannya dalam rangka berkoordinasi terkait penyelenggaraan catur skala nasional.
Disporapar Paser juga mempertanyakan terkait jadwal turnamen resmi dari PB Percasi, karena Paser siap menyambut dan menyelenggarakan kejuaraan catur di daerah.
"Kami berencana mengadakan turnamen catur tingkat nasional, jadi kami menanyakan jadwal resmi dari PB Percasi," kata Kurniawan, Minggu 1 Februari 2026.
BACA JUGA:Timnas Futsal Indonesia Juara Grup A Piala Asia Futsal 2026, Tantang Vietnam di Perempat Final
Dari apa yang menjadi syarat dari PB Percasi, dipastikan Disporapar Paser siap memenuhi segala persyaratan demi terlaksananya kejuaraan catur.
Kejuaraan catur open digelar sebagai bagian dalam persiapan dalam menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) pada November 2026.
"Kalau dari PB menyampaikan dari daerah jika ingin menyelengarakan event tinggal menyusun jadwal. Nah segera nanti akan kami lengkapi syaratnya," ujarnya.
Dengan diselenggarakannya event skala nasional demi kemajuan olahraga di daerah. Disisi lain tak hanya soal prestasi atlet, namun juga manfaat dari mendatangkan orang banyak yang berdampak terhadap perekonomian.
BACA JUGA:Borneo FC Optimistis Amankan 3 Poin Kontra PSIM Yogyakarta di Segiri Samarinda
Hal itu sesuai komitmen pemerintah daerah menjadikan Paser sebagai wisata olahraga atau sport tourism.
Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan PB Percasi, Agus Subandrijo mengatakan dalam penyelenggaran event catur skala nasional lebih dulu harus bersurat ke PB untuk memperoleh rekomendasi.
Turnamen catur juga harus memperhatikan kualitas penyelenggaraan dengan menghadirkan minimal 5 daerah untuk ikut berpartisipasi.
"Turnamen yang digelar minimal diikuti 5 daerah, jadi nanti bisa diundang. Hal ini untuk menambah bobot kualitas dari event itu," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

