Waktu sedang menunjukan pukul 16.00 Wita. Indah sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya, ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi. Tertera nama Ardi di layar smartphone-nya. Pria yang dalam seminggu ke depan mengikat janji dengannya di hadapan penghulu. Indah bergegas mengangkat handphone. "Aku antar undangan dulu ya," suara Ardi di ujung telepon. "Iya. Hati-hati, Mas. Tidak usah ngebut. Jangan lupa pakai helm," tegas Indah. "Aman saja, Sayang. Dekat," balas Ardi. "Oke," jawab Indah dengan sedikit ketus, sambil menutup pembicaraan. Indah memang kurang suka kalau kekasihnya itu bepergian menggunakan motor tapi sering tidak pakai helm. Sang kekasih selalu mengabaikannya. Ardi sejak SMP sudah menggunakan motor. Kebut-kebutan, balapan dengan sesama teman sudah pernah dilaluinya. Kalau soal memacu kuda besi, Ardi sangat khatam. Tapi tetap saja Indah khawatir. Meskipun pelan-pelan Ardi mulai meninggalkan hobi masa lalu itu. Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 Wita. Indah sudah menyelesaikan pekerjaannya. Hari ini dia terakhir masuk kantor. Besok cuti seminggu. Menyiapkan pernikahan. Tapi… Indah memperhatikan ponselnya. Tidak ada pesan masuk dari Ardi. Biasanya ia rutin mengabarkan kalau sudah sampai di suatu tempat. Padahal sudah satu jam waktu berlalu. Sambil menuju pintu keluar kantor, Indah mencoba menghubungi nomor ponsel Ardi. Masuk tapi tidak dijawab. Sekali, dua kali, tiga kali. Tetap tidak dijawab. Sampai pesanan taxi online-nya datang. Ardi belum juga menjawab. Rasa gusar mulai menggelayuti pikiran Indah. Jangan-jangan, mungkin, kalau-kalau, dan setumpuk kalimat tanya bermain-main di pikirannya. Indah mulai tidak tenang. Ardi masih belum menjawab panggilan teleponnya. Untuk membuang jauh-jauh rasa cemas, dibukanya aplikasi Instagram di telepon genggamnya. Pelan-pelan dilihatnya postingan terbaru orang-orang yang terhubung dengannya di medsos itu. Tiba-tiba matanya behenti di sebuah postingan. Sebuah foto motor. Seperti habis kecelakaan. Indah segera membaca caption di bawah foto: Innalillahi wa inna illaihi rojiun. Baru saja terjadi kecelakaan tunggal pengendara motor. Korban meninggal akibat benturan di kepala. Tidak pakai helm. Terjatuh akibat... (Indah tidak melanjutkan membaca). Segera digeser-gesernya foto-foto di postingan tersebut. Terlihatlah olehnya di akhir postingan, sebuah foto KTP korban kecelakaan. Yang ternyata sudah sangat dia kenal. Yang sejak tadi tidak mengangkat teleponnya. Yang sejak tadi belum memberi kabar padanya. Yang sejak tadi begitu dikhawatirkannya. Tiba-tiba semua gelap. Indah seperti tidak bisa melihat semua warna lagi. Yang ada hanya warna hitam. Pekat. Cerita ini hanya rekaan. Kalau ada kesamaan nama, itu hanya kebetulan. (*)
Kandas di Aspal
Senin 16-03-2020,18:51 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-03-2026,21:57 WIB
Naik hingga 30 Persen, Harga BBM di Singapura Tembus Rp58 Ribu Per Liter
Selasa 24-03-2026,08:01 WIB
Bermula dari Percakapan WA, Remaja di Long Bagun Jadi Korban Pemerkosaan
Senin 23-03-2026,23:45 WIB
Kebakaran di Gang Gamili III A Sangatta, Beberapa Rumah dan Barakan Terbakar
Senin 23-03-2026,22:24 WIB
Trump Beri Sinyal Hentikan Perang, Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran
Selasa 24-03-2026,07:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 24 Maret 2026, Cek di Sini!
Terkini
Selasa 24-03-2026,19:14 WIB
Wisata Berujung Duka, Pemuda 22 Tahun di Paser Tewas Tenggelam di Pantai Pasir Mayang Kuaro
Selasa 24-03-2026,18:43 WIB
Dukung Aksesibilitas Wisatawan, BBPJN Kaltim Fungsionalkan Jalan Sepanjang 5,85 Kilometer di KIPP IKN
Selasa 24-03-2026,18:13 WIB
Dinkes Samarinda Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam Saat Libur Lebaran, Layanan Dokter On Call di 119
Selasa 24-03-2026,17:42 WIB
4.262 Wisatawan Menyeberang ke Derawan-Maratua dari Dermaga Sidayang, Tak Ada Antrean dan Penumpukan
Selasa 24-03-2026,16:54 WIB