BACA JUGA:Kaltim Berpotensi Hadapi Kekeringan, Ini Daerah Paling Rawan Karhutla Menurut BMKG
“Informasi yang kami terima, penutupan itu bukan karena kasus keracunan, tetapi karena penyesuaian SOP. Jadi sifatnya sementara,” kata Ismed.
Ismed memastikan langkah percepatan sertifikasi ini bukan dilakukan akibat adanya kasus kesehatan, melainkan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan pangan.
“Selama ini tidak ada kasus keracunan. Justru ini langkah antisipasi agar semua dapur MBG benar-benar memenuhi standar higienis. Kami ingin anak-anak mendapat makanan yang aman dan bergizi,” pungkasnya.
BACA JUGA:55 Rumah di Atas Lahan Insinerator Samarinda Seberang Akan Ditertibkan