Disdik Samarinda Pastikan Tidak Ada Penjualan Buku di Sekolah Negeri

Minggu 28-09-2025,19:45 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Didik Eri Sukianto

"Karena penganggaran berbasis tahun sebelumnya, data yang dipakai adalah cut off akhir 2024. Padahal saat tahun ajaran berjalan, jumlah siswa sudah berbeda. Ada siswa mutasi, penambahan rombel, hingga siswa baru yang jumlahnya lebih banyak dari perkiraan awal," kata Idah.

Akibatnya, LKPD yang didistribusikan pada awal tahun ajaran tidak mencukupi kebutuhan riil di lapangan. Namun Disdik, sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengatasi kekurangan tersebut.

"Kami distribusi dulu semua buku sesuai data awal, lalu melakukan pendataan ulang terkait kekurangan. Setelah itu kami cetak tambahan untuk menutupi kebutuhan. Alhamdulillah sekarang bukunya sudah ada di gudang, sedang kami siapkan administrasi dan berita acara serah terimanya. Insya Allah minggu depan sudah bisa didistribusikan ke sekolah-sekolah," jelasnya.

Khusus di SDN 017 Sungai Pinang, Idah menyebut adanya penambahan rombel menjadi faktor utama kekurangan LKPD.

BACA JUGA: Wagub Seno Pastikan Seragam Gratis untuk 65 Ribu Siswa Sudah Disalurkan Sejak Awal

Data awal menunjukkan jumlah siswa kelas 1 hanya satu rombel. Namun, ketika siswa naik ke kelas 2, jumlah rombel bertambah menjadi dua kelas.

"Data awal menyebut kelas 1 hanya satu rombel, tapi saat naik ke kelas 2 menjadi dua kelas. Jadi kebutuhan buku yang awalnya hanya 30 eksemplar menjadi 56 eksemplar. Inilah yang membuat LKPD tidak mencukupi," ungkap Idah.

Perubahan jumlah rombel ini, lanjutnya, memang kerap terjadi di sejumlah sekolah negeri di Samarinda.

Sementara sistem penganggaran yang masih mengacu pada data tahun sebelumnya membuat perubahan tersebut belum terakomodasi secara penuh.

BACA JUGA: Pemkot Balikpapan Alokasikan Rp27 Miliar untuk Seragam Gratis bagi 92 Ribu Siswa Baru

"Kelas 1 tahun lalu hanya satu rombel, saat naik ke kelas 2 jadi dua rombel. Begitu pula dengan kelas lainnya yang terus naik setiap tahun. Jadi memang kebutuhan buku berubah dari perencanaan awal," tambahnya.

Selain masalah rombel, Disdik juga menemukan persoalan terkait siswa pindahan dari sekolah swasta ke sekolah negeri.

Idah menjelaskan, dalam pendataan LKPD, siswa pindahan belum terakomodasi karena data yang dipakai adalah data tahun sebelumnya.

"Buku LKPD memang diperuntukkan bagi siswa sekolah negeri. Saat pendataan di November 2024, siswa mutasi dari swasta belum tercatat sehingga mereka tidak terakomodasi. Ke depan, karena kami sudah mencetak tambahan, siswa mutasi akan mendapat bagian juga," ujarnya.

BACA JUGA: 4.167 Pelajar di Sungai Kunjang Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Hal ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah agar tidak ada lagi keluhan dari siswa pindahan.

Kategori :