Agrowisata Kutim Tumbuh Pesat, Desa dan Petani Jadi Penggerak Utama

Selasa 05-08-2025,09:35 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Hariadi

Di sisi lain, kawasan agrowisata di Desa Kaubun menghadirkan nuansa berbeda. 

BACA JUGA: Dump Truk Liebherr T230, Kendaraan Tambang Langka di Dunia, Kini jadi Ikon Wisata Unik di Bukit Pelangi

BACA JUGA: BPBD Kutim Sebar Edaran Hingga RT, Antisipasi Potensi Karhutla Selama Kemarau

Sentuhan budaya Bali menjadi daya tarik utama, mengingat sebagian besar pengelola kawasan berasal dari Bali. 

Saung permanen, spot foto, dan ukiran khas Bali menjadi ciri khas yang ditawarkan.

“Konsepnya memang Bali banget. Bahkan saung tani di sana juga permanen dan bisa digunakan untuk pertemuan maupun pelatihan petani,” imbuhnya.

Dyah menambahkan, potensi pengembangan agrowisata di Kutim masih terbuka lebar. 


Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum.-(Disway Kaltim/ Sakiya)-

BACA JUGA: DTPHP Pacu Hirilisasi Nanas, Buka Peluang Pasar Lebih Luas

BACA JUGA: Wabup Kutim: Fokus Holtikultura dan Pemerataan Pembangunan hingga Pedalaman

Salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk dikembangkan selanjutnya adalah kawasan Disekerat. 

Namun, pemilihan lokasi tetap mempertimbangkan kesiapan kelompok tani setempat.

“Kalau Teluk Pandan sudah jalan, Disekerat akan kami lihat potensi dan kesiapan kelompok taninya,” katanya.

Untuk saat ini, komoditas utama yang mendasari agrowisata di dua desa tersebut adalah padi. 

BACA JUGA: Pedagang di STQ Setuju Taman Dibangun Ulang, Tapi Minta Diberi Waktu Tetap Jualan

BACA JUGA: Klaim Serapan Dana Desa Capai 99 Persen, DPRD Minta Penelusuran Mendalam

Kategori :