BACA JUGA:Samarinda Kirim 1 Wakil ke Paskibraka Nasional 2025, 4 Pelajar Lolos Tingkat Provinsi
BACA JUGA:Pemkot Samarinda Buat Sekolah Swasta untuk Semua Jenjang, Skema Pembiayaan Masih Dibahas
Meski tidak ada skema B2B, pengelolaan oleh Varia Niaga tetap menghasilkan kontribusi untuk daerah.
Seluruh pendapatan setelah dikurangi biaya operasional dan pengelolaan akan disetorkan ke kas daerah.
Yusdiansyah menambahkan bahwa untuk kerja sama dengan pihak ketiga, prosesnya akan sepenuhnya menggunakan pendekatan bisnis.
“Kalau kerja sama pemanfaatan, dasarnya bukan lagi Perda, melainkan perhitungan nilai investasi dan aset, yang akan dibandingkan secara independen,” katanya.
Hingga saat ini, belum ada keputusan final mengenai pihak yang akan mengelola aset tersebut. BPKAD baru menyelesaikan pencatatan nilai aset sebagai langkah awal.
“Rencananya, pekan depan kami akan menyurati Varia Niaga untuk meminta laporan pengelolaan Teras Samarinda, yang sebelumnya telah diserahkan kepada kami."
BACA JUGA:Optimalkan Pengangkutan Sampah, DLH Samarinda Rekrut Personel Operasional Insinerator
BACA JUGA:Stabilisasi Lereng Jadi Prioritas, Uji Coba Terowongan Samarinda Ditunda
Evaluasi terhadap laporan tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan pengelolaan aset berikutnya. Termasuk mengelola Kost Syariah.
“Kalau laporan pengelolaan aset sebelumnya menunjukkan hasil positif, maka peluang kami untuk mengelola aset lain akan terbuka,” pungkasnya.