“Karena itulah kami dorong percepatan proses pelatihan dan pengoperasian insinerator agar bisa segera membantu mengurangi beban di lapangan,” ia menambahkan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah Pemkot Samarinda. Khususnya dalam menghadapi keterbatasan lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Juga meningkatnya kebutuhan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.