BACA JUGA: Dituding jadi Pemicu Perang Iran-Israel, Kredibiltas IAEA, Badan Atom Internasional Dipertanyakan
Salah seorang peneliti utama, Corey Scher menyatakan, bahwa timnya masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kerusakan di kedua belah pihak dan akan merilis hasil final dalam dua pekan mendatang.
Ia menambahkan bahwa data radar dan citra satelit akan membantu mengidentifikasi adanya perubahan struktur, kebakaran, atau ledakan. Namun, data tambahan dari lapangan tetap diperlukan untuk verifikasi.
Sementara itu, pejabat Israel mengeklaim bahwa serangan udara Iran telah menyebabkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur sipil dan industri, serta menewaskan 28 orang.
Namun, tidak ada pernyataan resmi terkait kerusakan pada fasilitas militer atau intelijen.