BACA JUGA: Bupati Kubar Terbitkan Surat Edaran Larangan Penahanan Ijazah Pekerja
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dalam sambutannya menyatakan rasa bangga karena daerahnya terpilih menjadi tuan rumah PEDA XI. Ia menganggap hal ini sebagai kehormatan sekaligus kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Kutai Barat.
Frederick menjelaskan bahwa Kutai Barat dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari hutan, sungai, hingga lahan pertanian dan perikanan. Namun ia juga menyadari bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal infrastruktur dan adopsi teknologi pertanian modern.
“Harapan kami, seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu dan jaringan baru dari PEDA ini, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani serta nelayan di daerah masing-masing,” tambahnya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan agar sektor pertanian bisa berkembang lebih maju dan efisien.
Menurutnya, PEDA XI bukan hanya ajang silaturahmi antara petani dan nelayan dari berbagai daerah, melainkan forum strategis untuk bertukar pengetahuan, teknologi, dan pengalaman demi meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan bersama.
“Pemerintah Kutai Barat terbuka untuk kolaborasi. Investasi di bidang pertanian dan perikanan akan kami permudah selama mematuhi aturan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal,” tutur Edwin.
BACA JUGA: Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Kubar Gelar Fun Run 7,9 K
Ia juga mengajak peserta untuk menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga keuangan agar lebih mudah mengakses permodalan dan pasar.
“Kutai Barat memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Hutan, sungai, lahan pertanian, dan perikanan adalah karunia Tuhan yang harus kita kelola dengan bijak. Namun tentu ada tantangan, terutama soal akses infrastruktur dan teknologi pertanian. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus membenahi ini agar sektor pertanian kita lebih maju dan modern,” ujar Edwin.
Ketua Panitia Penyelenggara PEDA XI KTNA Kaltim, Ujang Rachmad, dalam laporannya menyebut bahwa kegiatan ini digelar untuk memfasilitasi pertukaran informasi, inovasi, dan keterampilan antara pelaku utama sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan.
Ujang menekankan bahwa PEDA bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan juga wahana pembangunan karakter dan kompetensi bagi para petani dan nelayan. Kegiatan ini, kata dia, menjadi momen konsolidasi serta penguatan jejaring kemitraan antara masyarakat tani, swasta, dan pemerintah.
BACA JUGA: Ladang Digusur, Warga Dilang Puti Protes: Sudah Lapor Polisi, Tapi Alat Berat Jalan Terus
Menurutnya, PEDA XI KTNA 2025 didukung penuh oleh anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dukungan kabupaten/kota, serta kontribusi dari pihak swasta.
“Peserta yang hadir pada PEDA XI mencapai 1.700 orang dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Mereka akan mengikuti serangkaian agenda mulai dari pameran, lomba inovasi teknologi pertanian, hingga diskusi dan rembuk utama,” sebutnya.
Selama pelaksanaan PEDA, peserta dari berbagai daerah diberi ruang untuk menampilkan produk unggulan masing-masing, mulai dari hasil pertanian dan perikanan, olahan pangan, hingga teknologi tepat guna. Ujang juga mengundang masyarakat umum untuk hadir di arena pameran, membeli produk lokal, dan belajar langsung dari para pelaku usaha tani dan nelayan. (*)