NOMORSATUKALTIM - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menilai Presiden Prabowo Subianto menunjukkan politik luar negeri Indonesia yang konsisten terkait Palestina dan Israel.
"Pernyataan Presiden Prabowo tentang kesiapan Indonesia mengakui keberadaan negara Israel dengan syarat diakui, dan ditetapkannya keberadaan negara Palestina, itu konsisten dengan kebijakan solusi dua negara yang dikukuhkan Indonesia sejak semula," kata Gus Yahya dalam keterangannya, Minggu, 1 Juni 2025.
Gus Yahya mendorong konsolidasi kokoh dari kalangan internasional dalam menindaklanjuti ketegasan sikap bersama agar mencapai langkah dan agenda yang nyata.
"Yang perlu ditempuh selanjutnya adalah melakukan penggalangan dan konsolidasi internasional melalui platform-platform multilateral yang sah untuk menggulirkan proses politik yang decisive menuju terwujudnya solusi dua negara tersebut," tuturnya.
Gus Yahya mengatakan prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan nyawa ribuan anak-anak, kalangan perempuan dan rakyat yang renta dari ancaman kekerasan akibat perang.
BACA JUGA:Israel Diserang Balik Houthi Yaman, Bandara Ben Gurion Sepi Seperti Kuburan
BACA JUGA:Chile Umumkan akan Tarik Atase Militer dari Israel, Respons Atas Krisis Kemanusiaan di Gaza
Tujuan tersebut, kata dia, dapat dicapai dengan cara menggugah dan menuntut internasional agar patuh melaksanakan kesepakatan yang ada.
"Masyarakat internasional harus berkonsolidasi untuk menegakkan kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada terkait dengan masalah Israel-Palestina dengan penerapan yang tegas atas semua pihak," ucapnya.
Hal tersebut dapat dicapai dengan jalan menggugah dan menuntut dunia internasional agar patuh melaksanakan konsensus yang ada.
"Pada saat yang sama, masyarakat internasional harus berkonsolidasi untuk menegakkan konsensus-konsensus dan kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada terkait masalah Israel-Palestina dengan penerapan yang tegas atas semua pihak," ujar Gus Yahya.
Israel Dikritik Keras Kanselir Jerman
Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik operasi militer Israel di Jalur Gaza. Diktip situs DW, dalam pidatonya pada Europaforum yang digelar Westdeutscher Rundfunk di Berlin , Merz menyebut situasi di wilayah Palestina itu sebagai "tragedi kemanusiaan dan bencana politik.”
BACA JUGA:Kondisi Gaza Kian Membuka Mata Eropa: Israel Tak Bisa Lagi Berdalih Berantas Terorisme
Ia mengaku tak lagi memahami tujuan Israel menggelar operasi militer teranyar.
Kata Merz, meski Jereman menyadari memiliki beban tragedi sejarah kelam melalui Holocaust, Jerman tidak bisa diam saat hukum humaniter internasional jelas-jelas dilanggar.