Situasi ini tidak hanya menyulitkan operasional, tetapi juga berdampak terhadap pendapatan SPBU. “Kalau kita kekurangan dan cuma dikirim 16 ribu, pasti jadi masalah buat profit kita,” ujarnya.
BACA JUGA: BI Dorong Ekonomi Syariah, Siapkan Zona Kuliner Halal di Balikpapan
BACA JUGA: Gubernur Kaltim Tawarkan Investasi Sawit ke Kepala Perwakilan Dagang Taipei
Selain Pertamax, ketersediaan Pertamax Turbo juga mulai habis. Pagi hari masih ada yang membeli Turbo, namun kini hanya tersisa Dexlite.
SPBU Batakan mengandalkan bahan bakar yang tersedia untuk tetap memberikan layanan, meskipun dalam keterbatasan.
Pengiriman berikutnya dijadwalkan malam hari, tergantung kedatangan mobil tangki dari Samarinda.
“Kalau datangnya malam atau dini hari, jadi untuk besok pagi kita jualan. Kita mulai buka dari jam 6, bisa mulai jualan,” jelas Esra. SPBU Batakan ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 00.00 setiap hari.
BACA JUGA: Penjaja Toko Kelontong di Balikpapan Siap Tidak Pasang Iklan Rokok di Tempat Dagangan
BACA JUGA: Berantas Premanisme, Polresta Balikpapan Laksanakan Operasi Pekat Selama 21 Hari
Gangguan pasokan ini telah berlangsung selama kurang lebih satu minggu dan diperkirakan akan terus berlanjut selama stok opname di depot Balikpapan masih berlangsung.
Hingga kini, pihak SPBU hanya bisa menunggu kiriman dari Samarinda dan menyesuaikan distribusi bahan bakar berdasarkan stok yang ada.
Sementara itu, pantauan Nomorsatukaltim di lapangan, dalam sepekan terakhir ini, di SPBU Sepinggan pun BBM jenis Pertamax nampak kosong. Saat media ini hendak mendatangi bagian Pertamax untuk melakukan pengisian, petugas SPBU hanya memberitahukan bahwa BBM jenis Pertamax dalam proses pengiriman dan mengalihkan ke SPBU DAM.
Sesampainya di SPBU DAM, antrean Pertamax untuk roda 4 maupun roda 2 nampak mengular panjang.