Bankaltimtara

Nelayan Teluk Balikpapan Nilai RDMP Pertamina Nihil Manfaat, Justru Ganggu Ruang Tangkap

Nelayan Teluk Balikpapan Nilai RDMP Pertamina Nihil Manfaat, Justru Ganggu Ruang Tangkap

Kelompok Nelayan Pesisir Gunung Empat, Kelurahan Margo Mulyo, Kota Balikpapan.-(Ist./ Dok. Pribadi)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Di tengah kunjungan kerja Presiden RI, Prabowo Subianto ke Kalimantan Timur untuk meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan, datang suara sumbang dari nelayan Teluk Balikpapan.

Nelayan menyebut, hingga kini belum merasakan dampak positif dari keberadaan dan pengembangan kilang Pertamina. Justru aktivitas di laut semakin padat dan mengganggu ruang tangkap Nelayan.

Ketua Nelayan Pesisir Gunung Empat, Kelurahan Margo Mulyo, Iwan Setiawan mengatakan, perubahan yang dirasakan nelayan selama beberapa tahun terakhir lebih banyak bersifat negatif.

BACA JUGA: Momentum Presiden Prabowo Subianto Sapa Warga Balikpapan Menuju ke RDMP Pertamina

BACA JUGA: RDMP Balikpapan Akhirnya Diresmikan, Pemerintah Siap Setop Impor Solar Tahun Ini

"Perubahan dalam bentuk positif belum ada kontribusi bagi nelayan Teluk Balikpapan. Tapi perubahan dalam bentuk negatif sudah sangat mengganggu," kata Iwan saat diwawancara Nomorsatukaltim, pada Senin (12/1/2026).

Menurutnya, aktivitas keluar-masuk crew boat milik perusahaan migas seperti PTK, PHM, PHKT, serta klien Pertamina di kawasan muara berlangsung tanpa sosialisasi dan tanpa aturan yang jelas bagi nelayan lokal.

"Crew boat keluar masuk muara tanpa sosialisasi, tanpa aturan. Ini sangat mengganggu aktivitas nelayan," sebutnya.

Iwan menilai proyek RDMP justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat pesisir. Padatnya aktivitas industri di laut dan Teluk Balikpapan disebut berdampak langsung pada berkurangnya ruang dan waktu melaut nelayan.

BACA JUGA: 28 Ribu Pekerja Hadapi Transisi RDMP Balikpapan, Pemkot Siapkan Tim Pantau

BACA JUGA: Prabowo: Tak Masuk Akal Jika Negara Ingin Merdeka tapi Masih Bergantung Energi Impor

"Proyek RDMP ini menjadi kekhawatiran bagi masyarakat nelayan. Maraknya kegiatan di laut dan Teluk Balikpapan membuat kegiatan nelayan sudah pasti berkurang," ujarnya.

Terkait bentuk perhatian perusahaan, Iwan menyebut hingga kini belum ada kontribusi nyata yang dirasakan nelayan dari keberadaan kilang maupun proyek pengembangannya.

"Tidak ada dan belum ada," katanya singkat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait