Viral! Balita Dianiaya ketika Disunat, Pemilik Klinik Mengaku Reflek

Sabtu 17-05-2025,10:02 WIB
Reporter : Hariadi
Editor : Hariadi

“Pada saat anak itu mau disunat, anak tersebut terus berontak. Secara refleks saya khilaf. Mungkin ini ujian bagi saya dan saya ambil hikmahnya,” ujar Dani, Jumat (16/5/2025).

BACA JUGA: ARUKKI Gugat Praperadilan Polda Kaltim dan KLHK, Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Kebun Raya Unmul

BACA JUGA: Pelaku Pengancaman Bersenjata Tajam terhadap Driver Ojol di Balikpapan Ternyata Residivis Pembunuhan

Usai kejadian, mediasi sempat dilakukan secara kekeluargaan antara pihak klinik dan keluarga korban. 

Kedua belah pihak saat itu menyatakan saling memaafkan. 

Namun, viralnya video rekaman tersebut membuat Polres Cianjur turun tangan dan menggelar mediasi ulang dengan pendampingan aparat kepolisian.

“Sebetulnya sebelumnya sudah islah, tetapi karena videonya viral, saya dipanggil polisi dan dilakukan mediasi kembali,” jelas Dani.

BACA JUGA: 2 Preman di Paser Dibekuk Polisi, Mengambil Paksa Barang Milik Perusahaan Tambang Batu Bara

BACA JUGA: Niat Menikah Malah Masuk ICU, Pengantin Pria Dibacok saat Turun dari Mobil

Dalam mediasi kedua yang difasilitasi pihak kepolisian, keluarga korban dan Dani kembali menandatangani surat pernyataan damai. 

Dani menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan tanpa proses hukum lebih lanjut.

“Kami mediasi lagi bersama pihak kepolisian. Dalam mediasi tersebut sudah islah, dan secara pidana maupun perdata tidak ada persoalan lagi,” tutup Dani.

Meski begitu, kasus ini meninggalkan sorotan tajam terhadap etika dan profesionalisme tenaga medis dalam menangani pasien anak. 

BACA JUGA: Samarinda dan Kukar Sarang Preman, Polda Kaltim Ungkap 27 Kasus Premanisme Selama Dua Pekan

BACA JUGA: Kaltim Masih Kekurangan 11 Ribu Nakes, Tapi Banyak Lulusan Tak Terserap, Kok Bisa?

Banyak warganet menuntut agar proses khitan dilakukan dengan pendekatan yang lebih lembut dan penuh empati, mengingat pasien yang dilayani adalah anak-anak yang rentan secara fisik maupun psikologis.

Kategori :