Dinkes Kutim Bagi-bagi Susu dan Buah Gratis untuk Anak dan Ibu Hamil
Pelajar SD di Kutim mengangkat susu kemasan usai menerima program minum susu gratis sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi anak.-(Disway Kaltim/ Sakiya)-
KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membagikan susu dan buah gratis kepada anak-anak dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Program ini menyasar kelompok rentan gizi dan telah berjalan di sejumlah wilayah Kutai Timur melalui posyandu dan sekolah.
Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menyebut program minum susu dan makan buah gratis menjadi salah satu langkah daerah dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting. Program tersebut difokuskan pada perbaikan asupan gizi sejak dini.
“Program ini sudah berjalan untuk mendorong perbaikan gizi anak dan ibu hamil di Kutai Timur,” ujar Yuwana saat ditemui di Sangatta, Senin 19 Januari 2026.
BACA JUGA: Hari Pertama Masuk Sekolah, Pelajar SD di Kutim dapat Susu Gratis dari Pemerintah
BACA JUGA: Gawat! BPOM Temukan Kadar Toksin 0,02 pada Susu Formula Nestle
Yuwana menjelaskan, program ini merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan masuk dalam 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur.
Sasaran utama meliputi ibu hamil, balita, serta anak usia sekolah yang berisiko mengalami kekurangan gizi.
Penyaluran dilakukan secara terstruktur. Untuk ibu hamil dan balita, distribusi dilakukan melalui pos pelayanan terpadu (posyandu). Sementara itu, anak usia sekolah menerima manfaat program melalui satuan pendidikan tingkat dasar hingga menengah.
“Gerakan minum susu kami lakukan untuk anak sekolah, dengan skala pembagian sekali dalam seminggu kepada para siswa,” tuturnya.
BACA JUGA: Susu Tak Boleh Gantikan Makanan Utama Anak, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Kekurangan Gizi
BACA JUGA: 63.101 KRS Tersebar di 18 Kecamatan di Kutim, Bupati Tegaskan Kolaborasi untuk Atasi Stunting
Hingga awal 2026, Dinkes Kutim mencatat ribuan masyarakat telah menerima manfaat program tersebut, baik melalui posyandu maupun sekolah. Untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran, Dinkes Kutim bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim.
Menurut Yuwana, peran Disdikbud dan pihak sekolah penting dalam proses penyaluran sekaligus pengawasan agar bantuan benar-benar dikonsumsi oleh peserta didik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

