Ketiganya menjadi habitat berbagai satwa langka dan dilindungi, termasuk orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), bekantan (Nasalis larvatus), serta ekosistem mangrove yang terancam akibat tekanan pembangunan.
BACA JUGA: Qubika Boutique Hotel Mulai Beroperasi, Tunjukkan Aktivitas Bisnis Swasta di Kawasan Inti IKN
Karena itu, menurut Myrna, pegawai OIKN perlu memahami bahwa satwa liar bukan musuh, melainkan bagian dari komunitas ekosistem yang harus dijaga.
"Satwa liar diharapkan menjadi teman, bahkan sahabat bagi warga IKN," ujarnya.
Dengan semangat tersebut, pembangunan IKN bukan semata soal gedung pencakar langit atau jalan tol, melainkan menciptakan kota yang berpijak pada harmoni antara manusia dan alam.
Kehadiran pelatihan ini diharapkan dapat membangun kesadaran baru yang dibutuhkan untuk mewujudkan kota masa depan yang benar-benar berkelanjutan.