Menurutnya, secara kewenangan anggaran, perbaikan akses Kubar-Mahulu sebenarnya berada di pemerintah provinsi dan pusat.
DPRD Mahulu juga sudah menyuarakan, bahkan telah melakukan rapat dengan DPRD Kaltim dan membahas terkait kondisi akses jalan tersebut.
“Penyampaian dari provinsi ya memang untuk tahun 2025 ini ada anggaran khusus yang disediakan untuk perbaikan jalan Kubar-Mahulu. Artinya kita percayalah, yang jelas penyampaian dari provinsi sudah dianggarkan. Jadi kita menunggu kapan pelaksanaan dan kapan terealisasi saja,” ungkap Desi.
Untuk diketahui, persoalan infrastruktur dasar seperti jalan dan air bersih di Mahulu memang sering kali menjadi keluhan warga, dan berharap mendapat perhatian serius pemerintah.
BACA JUGA:Sidak Usai Libur Lebaran, Wabup Mahulu Temukan Absensi Pegawai Tak Masuk Kerja
Bahkan hingga kini, Kabupaten Mahakam Ulu belum memiliki perusahaan daerah (Perusda) khusus untuk mengelola air bersih.
Pemkab Mahulu terus berupaya agar ketersediaan air bersih bisa secepatnya dinikmati oleh masyarakat setempat.
Salah satu wujud usaha Pemkab Mahulu yakni dengan diresmikannya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Mamahak Teboq, Kecamatan Long Hubung, pada tanggal 22 Maret 2025 lalu.
Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun berharap dengan diresmikannya SPAM tersebut bisa membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut.
“Kalau kita boleh mengatakan bahwa air bersih pertama yang bisa mengalir 24 jam ada disini (Mamahak Taboq) ," ujar Yohanes Avun saat meresmikan SPAM tersebut.
BACA JUGA:Rusak dan Berlumpur, Akses Jalan Kubar-Mahulu Semakin Mempersulit Mobilitas Warga
Lebih lanjut, Yohanes Avun juga menginginkan agar SPAM berbasis gravitasi seperti di Kampung Mamahak Teboq itu dapat diterapkan di kampung-kampung lain di Mahulu. Terutama di ibu kota kabupaten yang memiliki banyak sumber air.
"Sangat bisa gitu ya (dikembangkan). Terutama di ibu kota kabupaten. Karena di pusat kabupaten juga banyak sumber airnya,” tuturnya.