Novi pun ikut menyuarakan kebanggaannya. "Ya kita tetap bangga. Yang penting sekarang mereka bisa kasih perlawanan."
BACA JUGA: Peluang Persiba Naik Kasta ke Liga 2 Masih Terbuka
BACA JUGA: Pulang Tanpa Bawa Poin, Persiba Kecewa Pemain Sumut United Banyak Drama
Tanpa Supporter, Dukungan Tetap Ada
Menariknya, pertandingan yang mereka saksikan berlangsung dalam suasana yang cukup sepi.
Baik tim basket Smapa maupun lawannya tidak membawa supporter.
Tidak ada sorakan dari tribun, tidak ada tabuhan drum yang menggetarkan arena.
Yang terdengar hanya peluit wasit, instruksi pelatih, dan sesekali gemuruh dari penonton umum yang hadir.
BACA JUGA: DBL Samarinda 2025, SMA Kristen Cita Hati Samarinda Taklukkan SMAN 4 Balikpapan
BACA JUGA: Berlaga Tanpa Supporter, Smala Balikpapan Berhasil Babat Smapan Samarinda
Namun, bagi Intan dan Novi, dukungan tak selalu harus datang dalam bentuk keramaian.
"Kami tetap ada buat mereka, walaupun enggak ada supporter dari kedua tim," ujar Novi.
Saat ditanya tentang pertandingan tim putri yang hampir menang melawan SMAN 16 Samarinda di hari pertama, keduanya kompak menjawab.
"Iya, tapi di-comeback."
BACA JUGA: Rival Panas Ibu Kota di Honda DBL Samarinda 2025: SMAN 3 Samarinda Taklukkan SMKN 1 Balikpapan
BACA JUGA: Atmosfer Makin Panas! 6 Laga Siap Tersaji di Hari Kedua DBL Samarinda 2025
Meski kecewa dengan hasil akhir, keduanya tetap optimistis dan memberikan semangat kepada para junior mereka.