"Padahal, Pemkab Berau juga telah melarang masyarakat untuk berkunjung ke Danau Kakaban, karena masih ditutup sementara, tapi masih ada saja yang nakal," ujarnya.
Dirinya pun berharap, kepada masyarakat ataupun pengunjung untuk lebih peka terhadap nasib danau purba tersebut. Jangan sampai habitat ubur-ubur di sana lenyap dan tidak bisa kembali lagi.
“Karena sebelumnya, kehidupan di sana terisolasi. Setiap tekanan dari luar yang langsung maupun tidak langsung tentunya mempengaruhi kehidupan. Jadi, sekarang harus berhati-hati,” imbuhnya.
Adapun saran dari akademisi untuk terus memonitoring perkembangan Danau Kakaban dan menerapkan SOP kepada para pengunjung.
"Wisatawan yang datang atau pulang dari sana harus dalam keadaan bersih," ucapnya.
Untuk diketahui, dibukanya destinasi wisata unggulan Pulau Kakaban kedepan akan melalui pintu masuk utara yang telah disiapkan oleh Disbudpar Berau.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menuturkan pihaknya bakal membuat SOP dan pembatasan pada Pulau Kakaban. Hal itu masih dikaji pihaknya untuk segera diterapkan.
Terkait pintu masuk baru yang berada di Utara Pulau Kakaban juga sudah selesai dibangun. Peresmian akan dilakukan jika SOP dan pembatasan pengunjung telah selesai dikaji.
“Kita harap bersama, destinasi wisata Pulau Kakaban ini bisa pulih seperti dulu. Kami juga mengimbau kepada pengunjung untuk sama-sama menjaga keasrian alam dan habitat ubur-ubur tidak menyengat itu,” pungkasnya.