NOMORSATUKALTIM – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik berencana memetakan permasalahan tambang ilegal di Kaltim.
"Saya harap ada solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan menyangkut hajat hidup orang banyak yang dirugikan aktivitas pertambangan ilegal," ujar Akmal Malik, dinukil Rabu (18/10/2023). Akmal mengaku belum mengetahui detail potensi dan problematika tambang ilegal di Kaltim. Karena itu, ia akan berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat. Ia menyadari masyarakat Kaltim juga hidup dari pertambangan. Kaltim memiliki potensi pertambangan yang besar dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang. "Terkait dampak negatif dari aktivitas pertambangan ilegal, saya pasti akan menyampaikan persoalan ini ke pusat,” katanya. Akmal berujar sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, ia akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, kabupaten, dan kota untuk menangani permasalahan tambang ilegal di Kaltim. Anggota DPRD Kaltim M. Udin, sebelumnya mendesak Penjabat Gubernur Kaltim menindaklanjuti kasus 21 Izin Usaha Pertambangan atau IUP palsu. “Kami berharap kepemimpinan Akmal Malik memberikan informasi yang sedetail-detailnya kepada Polda Kaltim, sampai permasalahan 21 IUP palsu selesai,” ujarnya. Mantan Wakil Ketua Panitia Khusus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim itu mengatakan kasus 21 IUP palsu sudah berlangsung lama, dan merugikan negara serta masyarakat. “Sampai saat ini, belum ada tindak lanjut yang berarti dari pemerintah terkait aktivitas penambangan ilegal batu bara,” ujarnya. Berdasarkan catatan dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim, hingga 2023 ini sudah ada 45 korban meninggal di lubang tambang. Pemprov Kaltim dinilai seakan tak bisa melakukan apapun mengenai kejadian itu. Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi periode 2018-2023 tiap ditanya perihal tambang ilegal selalu mengatakan kewenangan soal tambang sudah ada di tangan pemerintah pusat. Menurut mereka, pemerintah daerah tak bisa menangani persoalan tersebut karena saat ini hal tersebut di luar dari kewenangan provinsi. (*)Akmal Petakan Tambang Ilegal Kaltim
Rabu 18-10-2023,10:00 WIB
Editor : Rudi Agung
Kategori :
Terkait
Selasa 01-09-2026,21:10 WIB
Ditambang Tanpa Izin, Satgas PKH Kembali Kuasai 111, 71 Ha Lahan Hutan di Tahura
Selasa 01-09-2026,19:31 WIB
DPRD Kaltim Gandeng Polda dan Kejati Susun Raperda Pertambangan MBLB
Rabu 26-08-2026,21:35 WIB
Tambang Rakyat Ilegal Marak, Pemprov Kaltim Dorong Percepatan IPR
Jumat 19-06-2026,21:01 WIB
Terbebas dari Tambang Ilegal, OIKN Fokus Rehabilitasi Hutan Konservasi IKN
Selasa 21-04-2026,08:02 WIB
134 Ribu Pekerja Hidup dari Tambang, Kaltim Masih Bergantung Industri Ekstraktif
Terpopuler
Minggu 25-10-2026,09:03 WIB
7 Manfaat Kencur untuk Kesehatan, dari Antikanker hingga Melegakan Pernapasan
Minggu 25-10-2026,08:02 WIB
Ubed Singkirkan Alex Lanier, Satu-satunya Wakil Indonesia yang Menembus Final French Open 2026
Minggu 25-10-2026,12:00 WIB
Usia 40-an Waspadai Osteoporosis, Kenali 4 Tanda Awal dan Cara Mencegahnya
Minggu 25-10-2026,11:10 WIB
Hansi Flick Siapkan Strategi Khusus untuk Redam Mbappe di El Clasico
Minggu 25-10-2026,14:50 WIB
Wali Kota Andi Harun Minta Kajian Tampungan Air 13.000 Meter Kubik di RS KORPRI
Terkini
Senin 26-10-2026,07:00 WIB
Borneo FC Bidik PSS Sleman usai Lolos ke Perempat Final ACGL
Senin 26-10-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 26 Oktober 2026, Kualitas Udara Samarinda Berbahaya!
Minggu 25-10-2026,22:45 WIB
DLHK Kukar Rutin Pantau Kualitas Udara, Warga Diimbau Tak Membakar Lahan
Minggu 25-10-2026,22:10 WIB
Tak Hanya Unggul Akademis, Calon Guru Sekolah Rakyat di PPU Wajib Memiliki Empati Tinggi
Minggu 25-10-2026,21:40 WIB