Nomorsatukaltim.com - Jumlah jamaah haji asal Indonesia yang meninggal di Tanah Suci, kembali bertambah. Tercatat hingga hari ke-69 operasional haji 1444 H atau Senin (31/7/2023) pukul 17.28 WITA, jumlah jamaah haji yang meninggal dunia telah tembus 762 orang.
Mengacu data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, jamaah haji Indonesia terbanyak meninggal dunia di Makkah mencapai 577 orang.
Disusul jamaah yang wafat di Madinah 88 orang, Mina 66 orang, Arafah 17 orang, dan Jeddah 14 orang.
Kasus kematian ini masih didominasi jamaah lanjut usia sebanyak 567 orang dengan jemaah tertua berusia 99 tahun. Sedangkan jamaah non-lansia (di bawah 65 tahun) yang meninggal di Tanah Suci berjumlah 195 orang dengan usia termuda 42 orang.
Terkait fase kepulangan jamaah haji, hingga 31 Juli 2023 pukul 01.00 WITA, jamaah haji yang telah tiba di Indonesia sebanyak 187.057 orang.
"187.057 jamaah haji tersebut tergabung dalam 490 kelompok terbang (kloter)," kata Juru Bicara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya, Senin (31/7/2023).
Fauzin menambahkan, jamaah haji gelombang II yang diberangkatkan dari Tanah Suci untuk pulang pada 30 Juli 2023 berjumlah 5.533 orang tergabung dalam 15 kloter. Mereka diterbangkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.
Besok, 1 Agustus 2023 jamaah yang akan kembali ke Indonesia, berjumlah 6.642 orang atau 16 kloter. Berikut rinciannya:
1) Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) 64 sebanyak 340 orang
2) Debarkasi Solo (SOC) 88 sebanyak 384 orang
3) Debarkasi Surabaya (SUB) 78 sebanyak 450 orang
4) Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 69 sebanyak 400 orang
5) Debarkasi Surabaya (SUB) 79 sebanyak 450 orang
6) Debarkasi Palembang (PLM) 22 sebanyak 360 orang
7) Debarkasi Lombok (LOP) 13 sebanyak 393 orang