Kepala Daerah Diminta Peka Mitigasi Bencana El Nino

Selasa 30-05-2023,17:20 WIB
Reporter : Rudi Agung
Editor : Rudi Agung

Nomorsatukaltim.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta para kepala daerah memiliki kepekaan terhadap krisis yang sama dengan pemerintah pusat. Sehingga dapat bersama mengantisipasi El Nino yang bisa memicu bencana kekeringan dan kurang ketersediaan air. "Diharapkan daerah bisa menyikapi lebih kuat, para bupati dan para gubernur memberikan sense of crisis terhadap El Nino, harus hadir," tegas Mentan SYL, Senin (29/5/2023). Syahrul menekankan, pemerintah pusat akan terus membantu produktivitas pangan di daerah. Antara lain, dengan membangun infrastruktur pengairan untuk keperluan produksi. "Kita bantu terus dari pemerintah pusat, program-program pompa air, dan lain-lain, sumur air dalam," ujarnya. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mewaspadai potensi kekeringan dan berkurangnya sumber air bersih karena El Nino pada pertengahan 2023. Di Malaysia, lanjut Tito, fenomena El Nino telah membuat masyarakat dilanda panic buying air mineral atau pembelian secara berlebihan karena merasa takut produk air mineral ludes terjual. "Kalau sudah air mineral sebagai salah satu kebutuhan dasar mengalami kelangkaan, itu akan terjadi panic buying. Otomatis berlaku hukum market demand (permintaan pasar) tinggi, harga akan naik," ujar Tito. Ia mendorong setiap pemerintah daerah agar mulai mengidentifikasi dampak yang berpotensi terjadi akibat dari El Nino. Jika dalam identifikasi ditemukan sejumlah masalah, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah intervensi yang melibatkan dinas pertanian dan perdagangan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sebelumnya memprediksi musim kemarau 2023 akan tiba lebih awal dari sebelumnya. Selain itu, curah hujan yang turun selama musim kemarau diprediksi akan normal hingga lebih kering dari biasanya. Adapun puncak musim kemarau 2023 diprediksikan terjadi pada Agustus 2023. Kemudian, pada semester kedua, terdapat peluang sebesar 50-60 persen bahwa kondisi netral akan beralih menuju fase El Nino. BMKG pun mengimbau kementerian/lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat agar lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang mengalami sifat musim kemarau bawah normal atau lebih kering dari biasanya. (*)

Tags :
Kategori :

Terkait