Waspada Flu Burung, Alur Lalu Lintas Ternak di Perbatasan Kaltim-Kalsel Diperketat

Rabu 08-03-2023,16:33 WIB
Reporter : Achmad Syamsir Awal
Editor : Achmad Syamsir Awal

Paser, Nomorsatukaltim.com - Pengetatan lalu lintas ternak unggas perbatasan Provinsi Kaltim-Kalsel dilakukan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser.

Kewaspadaan ini sehubungan terdeteksinya virus yang dalam dunia medis dikenal Avian Influenza atau flu burung di daerah Kalsel. Diketahui Kabupaten Paser berbatasan langsung, sehingga alur lalu lintas ternak diperketat.

"Ada dua titik cek kami di perbatasan untuk lalu lintas hewan ternak unggas," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunak Kabupaten Paser, drh Al Habib, Rabu (8/3/2023).

Masing-masing di Kecamatan Muara Komam yang berbatasan dengan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalsel, serta di Kecamatan Batu Engau yang bertetangga dengan Kabupaten Kotabaru.

Dirinya menyebut terdapat beberapa daerah didapati kasus flu burung di Provinsi Kalsel. Ini berdasarkan hasil laboratorium Balai Penyidikan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional V Banjarbaru.

"Sudah ada empat kabupaten dinyatakan positif. Ada Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Batu Licin (Kabupaten Tanah Bumbu)," jelasnya.

Adapun pengecekan yang dilakukan petugas pengetatan pengawasan lalu lintas ternak unggas, mulai kelengkapan dokumen, surat keterangan kesehatan hingga rekomendasi masuknya di Provinsi Kaltim.

Selain itu dilakukan pengecekan fisik keadaan hewan unggas. Jika didapati dokumen yang tidak lengkap, maka terpaksa diminta putar balik atau ditolak masuk ke Kaltim.

Begitupun jika ditemukan unggas yang dicurigai sakit atau mengarah pada penyakit hewan, maka akan dilakukan pengambilan sampel atau uji cepat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

"Kalau dinyatakan ditemukan ada yang positif (flu burung) maka kita akan menindaklanjuti," tutur Habib.

Selain melakukan pengetatan daerah perbatasan Kaltim-Kalsel. Dikatakannya, untuk wilayah Kabupaten Paser aktif melakukan sosialisasi hingga bakal melakukan penyemprotan disinfektan di kandang unggas.

"Juga sudah melakukan pengambilan sampel pada ternak unggas. Sampel ini sudah kami kirim ke lab regional kesehatan hewan di Banjarbaru, sekarang lagi menunggu hasilnya," terang Habib.

Sampai saat ini dikatakan Habib belum ditemukan adanya indikasi flu burung di Kabupaten Paser. Namun upaya pencegahan penyebaran harus selalu ditingkatkan.

Sekadar diketahui, untuk pasokan unggas khususnya ayam di Bumi Daya Taka sebagian besar dipasok dari daerah Kalsel. "Juga ada dari Balikpapan yang merupakan sentra kemitraan," tandasnya. (*)

Reporter: Achmad Syamsir Awal

Tags :
Kategori :

Terkait